HADIRNYA INTERNATIONAL WOMEN’S DAY

HADIRNYA INTERNATIONAL WOMEN’S DAY

International Women’s Day (IWD) yang diperingati setiap tanggal 8 Maret sebagai momen penting untuk meryakan pencapaian, meningkatkan kesadaran, dan memperjuangkan kesetaraan gender di seluruh dunia. Moementum ini hadir sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi perempuan dalam berbagai bidang kehidupan, baik dalam politik, ekonomi, budaya dan sosial.  IWD ini sebagai penandaan perjuangan panjang perempuan dalam mendapatkan hak yang sama dengan pria, termasuk hak memilih, mendapatkan pendidikan, bekerja dalam bidang yang sama, dan memiliki kendali atas kehidupan mereka sendiri. IWD tidak hanya merayakan sebuah pencapaian sejarah, tetapi juga sebagai pengingat atas tantangan yang masih dihadapi oleh banyak perempuan di seluruh dunia, seperti ketimpangan, kekerasan gender, ketidaksetaraan akses terhadap pendidikan, kesehatan dan masih banyak lagi bentuk marjinalisasi lainnya. Perayaan IWD juga berfungsi sebagai panggilan dalam berbagai tindakan. Ini adalah kesempatan bagi individu dan komunitas untuk bersatu dalam upaya menciptakan tatanan masyarakat dimana semua orang memiliki kesempatan yang sama. Namun, sebelum memperingati perayaan tersebut, mari kita menelisik lebih jauh bagaimana IWD ini hadir.

Hadirnya International Women’s Day (IWD)

Pada tahun 1907 dalam konferensi Internasional yang dihadiri oleh 100 perempuan yang berasal dari 17 negara, Clara Zetkin, pendiri Kongres Perempuan Sosialis Internasional menyuarakan bahwa perlu adanya hari perempuan internasional atau IWD. Sejak saat itu, usulan Clara perlahan dirayakan untuk pertama kalinya ditanggal 19 maret 1911 di Austria, Denmark, Jerman dan Swiss. Kemudian seiring berjalannya waktu, pada tahun 1975 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memutuskan hari perempuan internasional sebagai perayanan tahunan disetiap 8 maret yang kemudian menjadi warisan kita semua dari Clara Zetkin. Untuk beberapa orang tentu saja masih asing dengan nama Clara Zetkin. Mari mengenal lebih dekat dengan Aktivis Sosialis Clara Zetkin.

Clara Zetkin lahir pada 15 juli 1857 di Wiederau, Saxony, Jerman dan meninggal pada 20 Juni 1933 di Arkhangelskoye, Rusia. Clara lahir dari kelas borjuasi yang mengalami kebangkrutan setelah ayahnya meninggal. Clara adalah teoritisi dan aktivis yang memperjuangkan pembebasan perempuan dan sosialisme melalui perjuangan kelas pekerja. Lingkungan masa kecilnya yang menampilkan para buruh pabrik dan pengaruh dari sang Ibu yang seorang aktivis feminis membuatnya aktif dalam Partai Komunis Jerman dan aktif menghadiri Kongres Sosialis pada tahun 1870an. Clara menggunakan koran sebagai media untuk menerbitkan artikel, pamflet, dan slogan sebagai bentuk perjuangan sosialisnya.  Korannya yang diberi nama “Die Gleicheit” hadir sebagai bentuk emansipasi perempuan Jerman yang masih merasakan diskriminasi meskipun hak mereka telah terpenuhi. Sayangnya, di tahun 1916 Partai Sosialis-Demokratik Jerman yang pro terhadap Perang Dunia I mengganti koran “Die Gleichheit” menjadi Gewerkschaftliche Frauenzeitung. Pada 1907 Clara terpilih sebagai sekretaris dari Women’s Secretariat yang kemudian mengadakan Konferensi Perempuan Internasional di 8 maret 1910 yang juga ditetapkan sebagai IWD.

 

Emansipasi Perempuan

IWD tidak hanya sebuah warisan dari Clara Zetkin, ia adalah bentuk nyata jika penindasan, diskriminasi, dan marjinalisasi perempuan masih terjadi hingga saat ini. IWD bukan hadir dari feminis borjuasi yang memandang  politik identitas berbeda dengan politik kelas, namun hadir dari keberhasilan Gerakan sosial-demokratik Clara Zetkin dalam mengingat gerakan protes buruh garmen di New York pada 1857-1908. Mengenal lebih dekat dengan Clara Zetkin diperlukan dalam mewujudkan perjuangan perempuan dalam kelas pekerja. Perjuangan perempuan dari segala hal yang membelenggunya merupakan kesatuan dari perjuangan kelas pekerja.

 

DAFTAR PUSTAKA

https://dunia.tempo.co/read/1700740/kisah-clara-zetkin-sosok-dibalik-hari-perempuan-internasional

https://indoprogress.com/2017/09/clara-zetkin-sintesa-politik-identitas-dan-kelas-melalui-revolusi/

 

Add a Comment

Your email address will not be published.