Bob Sadino
Bob Sadino
oleh Iman Parebong Musu’
Bob merupakan seorang anak yang hidup cukup berkecukupan pada jamannya, dia merupakan anak pegawai negeri sipil pada masa itu. Bisa dikatakan kehidupan nya lebih baik di bandingkan dengan teman sebaya nya dan dia pun orang nya pandai dalam bergaul, semasa sekolahnya dia banyak bergaul dengan orang keturunan Tionghoa,dari mereka inilah dia sedikit belajar mengenai perdagangan. Bob sempat mendaftar dirinya di fakultas Hukum universitas Indonesia namun akhirnya dia berhenti karena dia orang nya bosanan.
Setelah lulus sekolah, Bob pergi keluar negeri dan Bob sempat bekerja di luar negeri selama beberapa tahun, bahkan setelah Bob menikah Bob masih tinggal di luar negeri. Bob menjalani kehidupan bersama sang istri di Eropa dengan gaji yang cukup banyak, hingga Bob akhirnya memutuskan untuk kembali ke tanah air dengan hanya memboyong 2 mobil. Satu mobil mobilnya di jual untuk membeli rumah dan satu nya lagi digunakan untuk menarik taksi. Namun Bob mengalami suatu tragedi yang menyebabkan mobilnya hancut dan Bob kehilangan pekerjaan nya. Di titik ini lah Bob berada pada masa tersulit nya. Dalam keadaan nya itu keluarganya menawarkan bantuan untuknya namun Bob menolak nya, Bob ingin berusaha sendiri dan ingin bangkit sendiri.
Hingga suatu hari,ketika dia sedang memperhatikan telur ayam dan mempertanyakan bentuk dan ukurannya yang memantik nya untuk melakukan bisnis telur. Dia meminta bantuan kenalannya yang ada di luar negeri untuk mengirimkan ayam negeri sekaligus cara beternak ayam karena Bob tidak punya pengalaman dalam hal itu. Bob pun memulai bisnisnya ini dengan strategi door to door, namun usaha nya ini tidak berjalan lancar karena orang orang lebih memilih telur kampung. Bob pun memutar otak, dia menambahkan anggrek dalam jualannya itu,dan benar usahanya itu membuahkan hasil dan pelanggan-pelanggan ini pulalah yang akhirnya menjadi pelanggan setia Bob. Setelah memiliki pelanggan setia,dan memiliki cukup modal, Bob akhirnya membangan toko yang tidak hanya menjual telur namun kebutuhan lainnya, nama tokonya adalah Kem Chicks di Kemang. Inilah awal kesuksesan Bob hingga kini.
Setelah sukses dalam bisnis nya itu,Bob kerap kali di undang sebagai pemateri dalam seminar di kampus kampus, Bob tidak menolak tawaran tawaran itu, karena baginya berbagi ilmu adalah sesuatu yang tidak akan merugikan nya. Dalam pembawaan materinya Bob kerap kali mengkritik soal sistem pendidikan Indonesia yang terlalu banyak teori dan tidak ada praktek nya, serta kata goblok yang menjadi ciri khasnya membuat juga kadang menerima kritik.
Lama di luar negeri, membuat Bob merasa prihatin dengan sistem pendidikan yang terlalu banyak teori tanpa adanya praktik. Bob bahkan kadang menantang mahasiswa yang hadir dalam kegiatan seminar untuk meninggalkan kuliahnya dan langsung terjun dunia bisnis. Walaupun pada akhirnya tidak ada mahasiswa yang berani dengan tantangan Bob, Bob sudah sadar akan hal itu.
Kembali ke dalam bisnis Bob, Bob merupakan orang yang sangat langkah, mengapa saya mengatakan bahwa dia sangat langkah,karena dalam menjalankan bisnis nya , apa yang dilakukan Bob bertentangan dengan fungsi manajemen secara umum. Dalam hal perencanaan Bob tidak melakukan perencanaan karena baginya peluang dapat muncul kapan saja, dalam pengorganisasian baginya siapa yang mau bekerja itu dia orangnya, dalam pengawasan dan kontroling,dia mempercayakan sepenuhnya kepada pegawainya karena prinsip Bob adalah percaya 100%. Hal ini juga dilatarbelakangi oleh pendapat Bob bahwa apapun yang kita miliki adalah titipan.