Resensi Buku “BURUNG BERKICAU”
Resensi Buku “BURUNG BERKICAU”
Resensi Buku Oleh:
Nama: Fransisco Valdino
Departemen: Akuntansi
BURUNG BERKICAU
Anthony De Mello
Buku yang ditulis oleh Anthony De Mello merupakan kumpulan cerita-cerita singkat yang mengandung banyak pesan dan makna. Buku ini lebih tepatnya sebagai sarana dalam melakukan refleksi untuk psikologi atau dalam hal spiritualitas. Cerita-cerita pendek yang ada di dalamnya memiliki pesan dan tujuan yang ingin disampaikan. Namun cara penyampaiannya tidak dapat dipahami dengan sekali baca namun perlu dilakukan secara berulang dan kemudian melakukan refleksi singkat agar pesan yang terkandung dapat tersampaikan dengan baik
Makna dari judul buku ini berkaitan dengan Kicauan burung yang mana hal ini dianggap sebagai sebuah manifestasi rasa lapar spiritual yang merebak di seluruh dunia. Manusia modern terperangkap dalam perubahan budaya dahsyat, yang ingin mengetahui apa jati diri, apa yang memenjara jiwa dan apa yang merintangi jalan kemajuan spiritual. Manusia ingin menemukan kembali Tuhan, di luar segala identifikasi selama berabad-abad dengan nama Tuhan, hukum, norma, doktrin yang tak manusiawi, dan berbagai ungkapan yang asing dari kehidupan
Cerita-cerita yang ada di buku ini menjadi daya tarik tersendiri . Buku ini menyajikan banyak cerita – baik yang kuno maupun yang moderen . Cerita – cerita ini dikumpulkan dari lingkungan keagamaan Buddha, Hindu dan Kristen ; dari aliran Zen dan Sufi serta dari daerah Hasidi ( Yaman Utara ) , Rusia dan Tiongkok.
Dari sekian banyak cerita yang terdapat dalam buku ini ada salah satu cerita yang menarik dari buku ini yaitu “KUNYAHKANLAH BUAHMU SENDIRI “
Isi dari cerita ini menceritakan Seorang murid yang mengeluh kepada Gurunya dan mengatakan
‘ Bapak menuturkan banyak cerita , tetapi tidak pernah menerangkan maknanya kepada kami .
‘ Jawab sang Guru : ‘ Bagaimana pendapatmu , Nak , andaikata seseorang menawarkan buah kepadamu , namun mengunyahkannya dahulu bagimu ?
Membaca cerita tersebut secara sekilas tentu akan berakhir pada sebuah cerita yang tidak memiliki nilai. Namun jika dipahami secara melalui refleksi dari cerita ini ingin menyampaikan bahwa “Tak seorangpun dapat menemukan pengertian yang paling tepat bagi dirimu sendiri . Sang Guru pun tidak mampu .”