Review Diskuy 04 – Mereformasi Penelitian di Indonesia: Kebijakan dan Praktik

Reviewer oleh: Andi Islah Amanah akuntansi 2019

Universitas merupakan satuan pendidikan tinggi yang penting dari ekosistem sektor pengetahuan yang memproduksi pengetahuan serta mengaplikasikan melalui pengajaran terhadap mahasiswa. Akan ada peluang bagi mahasiswa yang nantinya akan menjadi pembuat dan pengambil kebijakan di masa yang akan datang. Ini yang memberikan posisi terhadap universitas menjadi aktor penting dalam sektor pengetahuan, bukan hanya sebagai penghasil pengetahuan tetapi juga membangun kapasitas sebagai pengguna pengetahuan.

Mekanisme pasar yang lebih bebas mempengaruhi pendidikan tinggi di Indonesia bahkan di seluruh dunia. Dampak dari neoliberalisme ini menjadikan pendidikan tinggi sebagai komoditas atau barang dagangan yang memberikan pengaruh besar terhadap Pendidikan tinggi di Indonesia. Penelitian yang mengalami kemunduran di dunia kampus saat ini menjadikan bahwa Indonesia terus menerus tertinggal dari negara-negara tetangganya di Asia khususnya di Asia Tenggara dalam hal publikasi internasional di bidang ilmu sosial dan humaniora. Model birokratis dan peran teknokratis sempit yang dibentuk pada rezim otoritarian masih membatasi produktivitas penelitian sosial di Indonesia serta pemikiran-pemikiran kritis di antara peneliti di Indonesia.

Penelitian di Indonesia sudah mengalami kemunduran. Program-program yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hasil penelitian tidak terstruktur dengan baik. Berbagai program telah dilaksanakan dengan kolaborasi yang dilakukan dengan negara-negara dengan penelitian ilmu sosial yang mapan. Meski demikian, alokasi sumber daya yang tidak tepat dan masih terbatas serta upaya-upaya sporadis yang telah dilakukan telah membuahkan hasil yang tidak efektif dan konsisten. Program penelitian yang berhasil tidak hanya memiliki dana yang lebih, tetapi juga harus memiliki pemahaman pada kapasitas penelitian.

Pengembangan akademisi yang tertutup dimana akademisi dipekerjakan melalui rekrutmen yang tertutup atau semi tertutup membuat akademisi tetap bertahan di institusi asalnya ketika mengejar gelar yang lebih tinggi. Menurunnya kesadaran berpikir kritis pada akademisi yang membuat pengaruh penelitian-penelitian terhadap kebijakan menjadi lemah. Pengaruh riset terhadap kebijakan lemah dikarenakan kondisi kesarjanaan ilmu sosial yang tidak berkapasitas dan mumpuni. Penelitian saat ini diarahkan untuk mendapatkan pemasukan bagi universitas melalui tata kelola pemerintahan dan bukan karena kesungguhan universitas untuk melakukan penelitian terhadap pembuat kebijakan.

Oleh karena kondisi tersebut, pendidikan tinggi dirancang untuk memperkenalkan budaya ilmiah yang kritis yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan akademisi. Mendorong dan mempertahankan paradigma kritis sebagai acuan untuk meningkatkan kualitas pengguna pengetahuan akan berdampak pada penelitian sehingga kedepannya penelitian memiliki pengaruh besar terhadap kebijakan pemerintah.

Add a Comment

Your email address will not be published.