The A.B.C Murders

oleh Caroline Kinza Awusi (Departemen Humas)

Judul Buku : The A.B.C Murders / Pembunuhan ABC
Penulis : Agatha Christie
Penerbit : Collins Crime Club
ISBN : 978-1-57912-624-7
Halaman : 256 halaman
Tahun Terbit : 1936

Pembunuhan ABC menceritakan tentang petualangan Hercule Poirot, seorang detektif, dalam memecahkan kasus pembunuhan berantai. Poirot ditemani oleh temannya yang bernama Kapten Hasting dan sebagian besar novel ini diceritakan dari sudut pandang Kapten Hasting.

Cerita dimulai ketika Poirot menunjukkan surat dari si pembunuh kepada Kapten Hasting. Pembunuh itu menantang Poirot untuk menghentikannya. Surat itu menunjukkan kapan dan di mana pembunuhan akan terjadi. Pembunuhan pertama terjadi di Andover, korbannya adalah Nyonya Alice Ascher. Dia membuka toko kecil di Andover. Poirot kemudian menemukan beberapa bukti dari orang – orang yang mengenal Nyonya Ascher tetapi tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan. Poirot kemudian mendapat surat kedua dari si pembunuh. Sekarang pembunuhan akan terjadi di Bexhill-on-Sea pada tanggal 25. Polisi berusaha menghentikan pembunuhan ini. Sayangnya, mereka gagal menghentikan si pembunuh. Pembunuhan itu terjadi seperti apa yang dikatakan dalam surat itu. Korbannya adalah seorang pelayan kafe, Elizabeth Barnard.

Poirot mengunjungi orang tua dan kerabatnya untuk mengajukan beberapa pertanyaan. Dia menemukan beberapa fakta berguna yang akan digunakan untuk memecahkan kejahatan nanti. Kemudian, dia mengetahui bahwa pembunuhan mengikuti struktur alfabet. Poirot kemudian menyimpulkan bahwa mereka dibunuh oleh orang yang sama tetapi menggunakan metode yang berbeda.

Sebuah konferensi diadakan di Scotland Yard. Konferensi tersebut membahas kasus ABC. Kemudian, Poirot mendapatkan surat ketiga yang berisi pemberitahuan bahwa pembunuhan akan terjadi di Churston pada tanggal 30. Mr Carmichael Clarke menjadi korban ketiga. Poirot dan beberapa polisi bertemu dengan Franklin Clarke, satu-satunya saudara laki-laki korban. Mereka bertanya beberapa pertanyaan kepadanya untuk mengajukan beberapa pertanyaan dan menemukan beberapa bukti.

Surat keempat tiba dan memberi tahu bahwa pembunuhan lain akan terjadi di Doncaster pada 11 September. Korbannya adalah seorang pria bernama Earlsfield, George Earlsfield. Namanya dimulai dengan huruf E jadi tidak cocok dengan pemikiran Poirot yang menyatakan bahwa pembunuhan mengikuti struktur alfabet. Poirot bertemu dengan orang yang menemukan mayat itu. Namanya adalah Downes. Poirot berpikir bahwa si pembunuh membunuh orang yang salah. Pembunuh mengira Earlsfield adalah Downes. Polisi kemudian menyatakan Cust adalah pembunuh berantai pada kasus pembunuhan ABC. Tetapi, Poirot merasakan suatu kejanggalan. Ternyata, pembunuh sebenarnya adalah orang lain. Cust dimanfaatkan oleh pembunuh sebenarnya.

Pembunuhan ABC sering dimasukkan dalam daftar novel Agatha Christie terbaik dan sangat berbeda dengan sebagian besar karyanya. Bukan hanya strukturnya yang membuat ini begitu menyenangkan, tetapi juga mencari siapa pembunuh sebenarnya adalah salah satu hal yang lebih rumit untuk dipecahkan. Setiap tokoh dalam novel ini memiliki karakter yang kompleks, menghibur dan membuat pembaca bingung dan berpikir. Alur ceritanya juga cukup cepat, naskahnya bagus dan dipenuhi dengan kejutan. Di awal buku, kasusnya masih sangat ringan, tetapi, segala sesuatunya tidak sesederhana kelihatannya dan kasusnya terus bertambah rumit seiring berjalannya buku ini. Novel ini adalah salah satu dari beberapa novel Agatha Christie di mana saya tidak tahu siapa pembunuhnya sampai terungkap.

Add a Comment

Your email address will not be published.