Sebentang Kearifan Lokal
Sebentang Kearifan Lokal
Karya : Oki Setiana Dewi
“ Jika ada teman kalian yang melakukan kehjelekan atau keburukan, maka jangan benci
orangnya, tapi bencilah perbuatannya. Sama halnya jika ada orang islam atau agama apapun yang melakukan kesalahan, maka jangan salahkan islam atau agamannya. Karena pada dasarnya semua agama mengajarkan untuk berbuat baik, untuk menciptakan kedamaian, untuk menebarkan cinta kasih kepada sesamanya.” Pada novel sebentang kearifan dari barat karya Oki setiana dewi menceritakan bagaimana perjalanan islam di negara-negara eropa yaitu Australia, Jerman dan Spayol yang merupakan negara minoritas islam. Islam adalah agama yang mencintai kedamaian. Namun karena adanya oknum tertentu, islam diagnggap sebagai agama yang penuh dengan kekerasan. Terorisme selalu di kaitkan dengan islam, padahal tidak semua kekerasan ataupun kejahatan merupakan ulah orang islam. Kesalahpahaman inilah kemudian membuat banyak orang mengalami Islamphobia, khususnya di beberapa negara minoritas Islam. Pada saat itu Okiberkesempatan mengunjungi beberapa negara di bejua eropa seperti Australia, Jerman dan Spayol, Oki memanfaaatkan kesempatan itu untuk mengenal Islam lebih dalam di negara barat. Melalui dialog lintas negara , Oki berharap bisa memperkuat Ukhuwat dan memperkuat hubungan persahabatan antara Islam dan dunia barat. Buku ini juga menceritakan bagaimana perjalanan Oki yang tidak hanya berupa traveling, namun juga perjalanan spiritual untuk mengenal Islam lebih dekat. Dari perjalanannya itu, Oki bisa melihat potret islam dinegara minoritas. Bagaimana mereka mempertahankan iman dan islam serta tanggapan Pemerintah atau warga terhadap pemeluk islam. Misalnya saja ketika Oki mengunjungi Australia , disana dia memahami bahwa sikap toleransi sangat di junjung tinggi oleh warga Australia. Mereka saling menghormati kepercayaan masing-masing, tanpa bersikap rasis atau menghakimi. Bahkan ketika isu terorisme yang terus memojokkan Islam kaum non muslim di Australia tidak serta mempercayainya. Mereka tetap menghormati pemeluk agama islam disana. Karena apa yang dinilai dari seseorang itu bukan agamanya namun prilakunya. Australia merupakan negarasekuler. Agama dipisah-pisahkan dari kehidupan tapi bukan berarti nilai-nilai kebaikan di abaikan. Pembelajaran mengenai ahlak di ajarkan di tiap sekolah. Di Australia Oki juga di beri kesempatan untuk berdialog lintas agama yang sangat membantunya memahami pola pikir masyarakat Australia yang belum bertauhid. Dengan gamblang Oki mencoba menjelaskan tentang keagamaan. Banyaknya suku, bangsa, aliran, kepercayaan dan agama menimbulkan banyaknya konsepsi akan ketuhanan dari masing-masing komunitas. Untuk melakukan pendekatan pengetahuan mengenai Tuhan yang haqiqi kita perlu mengenal karakteristik dari tuhan yang bisa di akui secara objektif, sebagai kebenaran universal. Hal ini kemudian di istilakan dengan agama yang di dalamnya ada aturan beribadah, berinteraksi satu sama lain dan lain sabagainya. Benar bahwa untuk memiliki ahlak yang baik tidak hanya di ajarkan dalam agama , tapi apakah kehampaan,kekosongan dan kealpaan jiwa manusia itu dapat di sejukkan agama ? Agama yang di nyakini masing-masing penganutnya dapat memberikan kebahagiaan, ketenangan dan kedamaian dalam hidup. Begitu pula ketika berada di Jerman yang ternyata begittu terbuka kepada imigran baik yang seorang muslim atau non-muslim. Oki mengalami banyak kejadian yang menginspirasi yang membuatnya memahami kearifan islam bisa datang dari manapun atau di belahan bumi dimana saja. Dan sebagai seorang muslim atau muslimah sangat baik jika kita melakukan perjalanan ke berbagai belahan bumi untuk mencari ilmu. Dengan catatan kita harus memiliki iman yang kokoh agar tidak mudah terjerat oleh arus global.
Oleh : Ferawati ( Departemen Kesekretariatan Sema FEB-UH 2019/2020)