Mental Pemenang dan Mental Pecundang
Mental Pemenang dan Mental Pecundang
Penulis : Erni Julia Kok
Substansi dari buku ini ialah bahwa pemenang bukanlah orang yang mengalahkan orang lain. Sebab untuk mencapai kemenangan di bidang mana saja, orang harus menjadi yang terbaik dan satu-satunya cara menjadi pemenang adalah melakukan yang terbaik. Melakukan yang terbaik dimulai dengan mengenali potensi diri lalu mengembangkannya untuk mencapai hasil yang maksimal. Lalu tidak berhenti sampai situ saja, mental pemenang akan selalu bertanya-tanya lagi ketika ia telah mencapai hasil yang maksimal. Seperti yang di ceritakan pada buku ini yaitu seorang anak kecil yang beranjak pergi dari ayahnya berada di Sei Penyuh ke Pontianak. Ketika sampai di Pontianak ia mendapatkan sebuah kisah yang tragis yaitu ibu dan kakaknya sering menyiksanya, bahkan si gadis kecil ini hampir beranjak pergi dan kembali lagi ke Sei Penyuh tempat ayahnya karena sudah tak tahan. Tetapi ia berfikir bahwa jika ia pergi dari suatu masalah ini berarti ia menyerh dengan keadaan. Akhirnya gadis kecil tidak jadi beranjak. Waktu demi waktu, duka dan kisahnya yang tak kunjung berhenti datang pada dirinya hingga ia duduk di bangku SMA. Ketika itu ia memiliki kendala saat pendaftarannya yaitu aada surat yang harus di tandatangani oleh wali murid saat itu, dan syaratnya harus WNI,meskipun ia sendiri bukan WNI. Lalu ia pulang untuk menyampaikan surat itu karena kebetulan saat itu kakak tirinya adalah seorang WNI. Tapi yang ia dapatkan hanya peleceham dan remehan saja. Ia pun kembali kesekolah dan gadis ini sudah ingin menangis karena tidak tau lagi apa yang harus ia lakukan. Setelah sampai disekolah ia ketemu dengan panitia yang kebetulan saat itu panitia penerimaan siswa baru juga. Ia pun menceritakan masalahnya itu. Setelah mendengar cerita dari gadis ini panitia itu pun meringankan sang gadis untuk tetap melanjutkan pendaftarannya. Saat pengumuman tiba. Si gadis ini akhirnya diterima dengan segala rintangan yang telah ia lalui. Di sekolahnya ia menjadi murid yang berprestasi pula. Dengan melihat cerita yang dialami gadis itu,bahwa persaingan tidak selalu melahirkan pemenang sejati. Kemenangan terkadang hanya nikmat sesaat, sebab siapapun yang menang saat ini, suatu saat akan dikalahkan sama orang lain lagi. Maka menurut saya, pemenang tidak bias diukur melalui persaingan tapi pemenang ialah mereka yang bias sampai ke suatu puncak dengan cara-cara yang terbaik dan melakukan yang terbaik pula.
Oleh : Yuni Pratiwi Gazali ( Bendahara Senat FEB-UH 2019/2020)