Aksi Massa Oleh Tan Malaka
Aksi Massa Oleh Tan Malaka
“aksi massa tidak mengenal fantasi kosong seoroang tukang putch atau seorang anarkis atau tindakan berani dari seorang pahlawan. Aksi massa berasal dari orang banyak untuk memenuhi kehendak ekonomi dan politik mereka…” (Tan Malaka)
Dalam buku ini, Tan Malaka menunjukkan pemikirannya berbagai macam kondisi
penggerak terjadinya Aksi massa. Yang kemudian menberikan suatu kesimpulan yaitu Revolusi. Tan Malaka mendefinisakan Revolusi itu bukan sebuah ide yang luar biasa, dan istimewa, serta bukan lahir atas perintah seorang manusia yang luar biasa akan tetapi disebabkan oleh pergaulan hidup, suatu akibat tertentu dari tindakan-tindakan masyarakat. Tan malaka juga menjelaskan tujuan dari revolusi yaitu menentukan kelas mana yang akan memegang kekuasan negeri, politik,dan ekonomi, dan revolusi itu dijalan kan dengan kekerasan. Revolusi adalah mencipta, karena suatu perubahan perlu adanya pemikiran-pemikiran yang merubah suatu kelas dari bangsa. Dimana revolusi tidak mengekang tapi memperbaiki daricelaan menuju puncak kekuatan moral. Revolusi muncul dari akibat-akibat dari berbagai macam imperialisme atau berbagai macam pemerasan dan penindasan. Dikarenakan para penjajah memeras negeri dengan secara kapital termasuk di Indonesia. kapital di Indonesia adalah berasal dari eropa yang dibawah oleh para penjajah yang kemudian tumbuh dan dibesarkan di Negara kita, yang kemudianmenghasilkan kemelaratan, kegelapan, kelaliman dan perbudakan. kapital tidak mempedulikan tidak moral yang seimbang yaitu keadilan. Keadilan hanya bagi golongan si penjajah. Keadilan itupun membagi keadaan sosial yang terbagi atas dua kelas yaitu kaum kapitalis (penjajah) dan kelas buruh (pemilik tanah). Selain di aspek sosial keadian juga mempengaruhi keadaan politik, sebagaimana dalam kebanyakan negera feodalistis dimana dipegang oleh seorang raja yang sok jagoan dalam memimpin yang mudah dipengaruhi oleh para kapital. Masalah politik, ekonomi dan sosial yang tidak seimbang menimbulkan revolusi di Indonesia yaitu mencakup ; kekayaan dan kekuasaan sudah tumpuk ke dalam genggaman beberapa kapitalis, rakyat Indonesia semuanya makin lama makin miskin, melarat, tertindas dan terkungkung, pertentangan kelas dan kebangsaan makin lama makin tajam, pemerintah belanda makin lama semakin reaksioner, bangsa Indonesia dari hari ke hari semakin bertambah kerevolusionerannya dan tak mengenal damai. Apabila sebagian dari revolusi itu sudah terbukti, maka pemberontak yang pecah dengan sendirinya. Bagaimana rupa revolusi itu? Apakah sifat-sifatnya ditunjukkan bila ia meletus besok atau lusa? Inilah yang harus ditunjukkan sebagai revolusioner. Beda daerah beda pula proses revolusinya, revolusi Indonesia sebagian kecil menentang sisa-sisa feodalisme dan sebagian besar menentang imprealisme barat yang lalim. Revolusi Indonesia yang memperoleh kemenangan mendatangkan perubahan yang tepat dalam perekonomian, politik dan sosial pada waktu kecerdasan kapitalis krisis. Dengan berbagai ragam suara tujuan politik akhirnya sudah dinyatakan yaitu “Kemerdekaan”. Semua orang percaya bahwa kemerdekaan akan tercapai dengan jalan “putch” yaitu satu aksi segerombolan kecil yang bergerak diam-diam dan tak berhubungan dengan rakyat banyak. Tiada kemenengan politik pun, hingga sekarang, yang diperoleh massa jika tidak dengan aksi ekonomi atau politik. Untuk memperoleh suatu kemenangan, Hanya satu aksi massa yakni satu aksi massa terncana yang akan memperoleh kemenangan, satu negeri yang berindustri di Indonesia. Semua yang terjadi di Indonesia tan malaka menawarkan aksi massa sebagai solusinya agar sebuah gerakan dapat mencapai tujuannya.
Oleh : Muhammad Alwi ( Departemen Kesekretariatan Sema FEB-UH 2019/2020)