Rekayasa Sosial : Reformasi, Revolusi, atau Manusia Besar ?
Rekayasa Sosial : Reformasi, Revolusi, atau Manusia Besar ?
Buku ini merupakan kumpulan khotbah atau kuliah umum yang dilakukan oleh Jalaluddin Rahmat dan dibuat pada saat reformasi pasca-orba. Buku ini membahas bagaimana mengatasi atau merekayasa masalah sosial agar terjadinya perubahan sosial. Sebelum membahas Rekayasa sosial itu kita perlu mengetahui kesalaha dalam berpikir sebab Mustahil ada perubahan ke arah yang benar jika kesalahan berpikir masih berada dalam benak kita. Dalam membahas masalah sosial, kita perlu membicarakan berbagai kesalahan pemikiran dalam memperlakukan masalah sosial. Ada dua macam kesalahan yaitu intellectual cul-de-sac dan mitos. intellectual cul-de-sac yang artinya kebuntuan dalam pemikiran dan Mitos adalah sesuatu yang salah tetapi dipercayai banyak orang termasuk ilmuwan.
Kesalahan-kesalahan berpikir
- Fallacy of dramatic instance, Kecenderungan melakukan Over generalisation. Yaitu menggunakan satu dua kasus untuk mendukung argumen yang bersifat umum.
- Fallacy of retrospective determinism, Menganggap masalah sosial selalu ada dan tidak bisa dihindari, karena sudah ada sejak zaman dahulu dan merupakan akibat dari sejarah yang cukup panjang.
- Post hoc ergo propter hoc, Menyatakan peristiwa yang terjadi berurutan saling mempengaruhi,
- Fallacy of misplaced concretness, Mengkonkretkan sesuatu yang sebenarnya abstark.
- Argumentum ad verecundiam, Berargumen menggunakan otoritas, walaupun tidak relevan dan ambigu.
- Fallacy of composition, Pola pikir yang meneladani seseorang untuk ke semua orang
- Circular reasoning, Pemikiran yang berputar-putar, menggunakan kesimpulan untuk mendukung asumsi yang digunakan lagi untuk menuju kesimpulan semula..
Mitos Sosial
- Mitos deviant, Menganggap bahwa masyarakat itu stabil, statis, dan tidak berubah. Kalaupun terjadi perubahan, maka itu merupakan suatu penyimpangan yang stabil.
- Mitos trauma, Menganggap bahwa perubahan itu menimbulkan krisis emosional dan stres mental atau dengan kata lain jangan keluar dari zona nyaman saat ini.
Ada dua macam bentuk perubahan sosial, yakni perubahan sosial yang terjadi secara terus-menerus, tetapi berlangsung secara perlahan tanpa kita rencanakan disebut unplanned social change (perubahan sosial yang tidak terencana). Hal ini disebakan oleh perubahan dalam bidang teknologi atau globalisasi. Bentuk kedua adalah perubahan sosial yang kita rencanakan tujuan dan strateginya yang disebut planned social change (perubahan sosial terencana). Seringkali disebut juga dengan istilah social engineering atau social planning. Contoh dari planned social change adalah pembangunan (development) yang berkisar pada bagaimana mengubah satu masyarakat dengan mengubah sistem ekonominya yang biasanya berpegang pada Ekonomi Klasik.
Sebab-musabab perubahan sosial
Perubahan sosial dikelompokkan kedalam tiga penyebab utama yaitu: pertama, ideas sebagai perubahan dalam masyarakat adalah pandangan hidup, pandangan dunia, dan nilai-nilai. Contohnya para nabi yang mengubah pandangan dunia dengan mengajarkan ajarannya yang bersumber dari Al-Qur’an yang artinya Al-Qur’an melakukan perubahan sosial lewat ideas. kedua, yang mempengaruhi terjadinya perubahan dalam sejarah adalah great individuals (tokoh-tokoh besar) yang sering juga disebut para pahlawan. Perubahan sosial ini terjadi karena munculnya tokoh atau pahlawan yang dapat menarik simpati para pengikutnya yang setia yang bersama-sama akan melakukan gerakan untuk merubah masyarakat. Dan ketiga, perubahan sosial terjadi karena munculnya social movement (gerakan sosial) comntohnya seperti lembaga swadaya masyarakat yang berfungsi sebagai organisasi gerakan sosial.
Strategi-strategi perubahan sosial
- Revolusi
Revolusi atau people’s power merupakan bagian dari strategi perubahan sosial dengan kekuasaan dan revolusi merupakan puncak dari dari semua bentuk perubahan sosial. Karena, ia menyentuh segenap sudut dan dimensi sosial secara radikal, massal, cepat, mencolok, dan mengundang gejolak intelektual dan emosional dari semua orang yang terlibat didalamnya.
- Strategi Persuasif
Dalam strategi ini, media massa bisa sangat berperan. Karena, pada umumnya, strategi persuasive dijalankan lewat pembentukan opini dan pandangan masyarakat yang tidak lain melalui media massa.
- Strategi Normatif-reedukatif
Strategi ini dilakukan dengan pendidikan ulang untuk menanamkan dan mengganti paradigma berpikir masyarakat yang lama dengan yang baru.
Problem Individual dan Problem Sosial
Sebelum menyelesaikan perubahan sosial itu terlebih dahulu kita harus membedakan masalah individual dengan masalah sosial. Sebab masalah individual diselesaikan dengan perubahan individual beigutupun sebaliknya. Cara membedakannya bisa dengan cara cause (sebab), terlebih dahulu kita harus mencari tahu apakah penyebab masalah tersebut adalah dari individual atau keseluruhan. Contohnya apabila orang menganggur karena orang tersebut malas, tidak mempunyai skill, dan tidak mempunyai semangat artinya masalah tersebut adalah masalah individual. Akan tetapi, jika orang tidak mempunyai perkerjaan itu jumlahnya sangat banyak itu sudah menjadi masalah sosial. Ketika sudah memahami permasalah sosial, langkah-langkah atau solusi yang ditawarkan Jalaluddin dengan rekayasa yang sudah direncanakan yaitu aksi-aksi kolektif, teknik-teknik pengembang masyarakat, gerakan sosial dan revolusi. Adapun beberapa problem sosial sebagai sumber-sumber perubhahan: poverty (kemiskinan), crimes (kejahatan), dan konflik.
Homo sovieticus
Selain membahas membahas tentang rekayasa sosial atau perubahan sosial dan langkah-langkahnya, Jalaluddin juga memberikan gambaran watak yang terbentuk diakibatkan rekayasa sosial pada masa orba yang sampai sekarang watak itu masih ada dan watak ini akan menghambat rakayasa sosial atau perubahan sosial versi penulis. Watak ini disebutnya dengan Homo Orbaicus yang bercirikan seperti egoistic, pervaya pada gossip atau mitos, dan kurangnya loyalitas. Menurut jalaluddin manusia Indonesia yang disebutnya homo sovicietus terbentuk oleh pemerintahan orde baru selama 32 tahun. Kepribadian mereka terbentuk karena lamanya dikontrol oleh penguasa yang dimana selama 32 tahun itu mereka telah diracuni dan dikelabui berbagai doktrin. Bahasa yang dipergunakan oleh penguasa untuk mengontrol piiran kitasampai Bahasapun mereka ubah dan mereka bentuk. Ketika orang-orang komunis dikontrol oleh pemerintahannya dengan sangat ketat dalam waktu yang cukup lama, mereka kemudian menyesuaikan dirinya dengan system control itu menjadi satu setn perilaku yang khas. Para psikolog menyebutnya ego defense mechanism. Jadi karena tidak senang menhadapi pemerintahan yang totaliter semua orang mencoba mengembangkan perilaku supaya mereka bisa selamat dan bisa survive. Perilaku ini akhirnya menjadi perilaku seluruh penduduk dan menjadi sebuah budaya. Perilaku ego defense mechanism ini lah yang melahirkan sejenis kepribadian yang kita sebut homo sovieticus.
oleh : Deswandi Harten