Brief Review Buku “JOURNEY BY DANIELLE STEEL”
Brief Review Buku “JOURNEY BY DANIELLE STEEL”
Buku – buku yang ditulis oleh Danielle Steel memang kebanyakan bergenre Romatis namun bukan hanya fantasi romance yang diceritakan oleh Danielle namun selalu ada pesan dibalik kisah dalam bukunya, seperti judul buku “The Long Road Home” yang menceritakan tentang isu child abuse di kalangan masyarakat ekonomi atas dan berpendidikan tinggi yang biasanya tersembunyi dengan rapi, “Lightning” yang mengangkat beban mental dan sosial yang harus ditanggung perempuan penderita kanker payudara, dan buku ini yang berjudul “Journey” dengan sangat cerdas mengangkat kasus kekerasan non fisik dari suami terhadap istrinya, sesuatu yang masih sangat sangat jarang dibahas dan seringkali terlupakan karena memang tidak ada bekas yang kasat mata namun sangat menyakitkan. Buku yang menceritakan tentang sepasang suami istri yang romantis dan hubungannya sangat diidam idamkan banyak orang. Jack Hunter (45 y.o) yang mempunyai jaringan televisi terbesar di Amerika Serikat bertemu dengan istrinya Madeleine Beamount atau Maddy panggilannya (34 y.o) di jaringan televisi itu juga yang sebelum dibeli oleh Jack sempat bangkrut. Maddy diangkat menjadi Anchor yang sebelumnya hanya menjadi resepsionis di jaringan televisi tersebut. Selama 7 Tahun pernikahan mereka berlangsung aman aman saja, hingga Maddy bergabung di Komite Anti Kekerasan terhadap Wanita atas usulan Jack, dalam komite tersebut Maddy mulai mendapatkan kisah kisah kekerasan yang dialami anggota komite tersebut hingga Maddy sangat peka dan menangani beberapa kasus kekerasan disekitarnya, seiring berjalannya waktu, terjadi banyak kejadian di kehidupan maddy mengenai kekerasan dan korban, seperti Kekerasan dalam rumah tangga yang dialami istri Paul McCuttins.Pengeboman yang ada di Irak, jatuhnya pesawat di Paris, tertembaknya Presiden AS, namun terjadi percekcokan antara Maddy dan Jack, karena Maddy yang sangat peduli terhadap korban korban dari peristiwa yang terjadi namun Jack selalu menghiraukan omongan Maddy ,bahkan menghina , merendahkan, dan mengancam Maddy, Jack hanya mengejar popularitas dan kesuksesan Jaringan TV nya, Maddy yang mencoba memberanikan diri untuk mengungkapkan kejadian yang sebenarnya kedepan khalayak umum melalui siaran berita yang dibawakannya. Pada saat itu juga Jack menghentikan siaran dan membentak, menghina, dan merendahkan Maddy kembali, hingga suatu hari datang seorang gadis yang mendatangi Maddy ke kehidupannya sehingga menambah panas suasana rumah tangga Maddy dengan Jack. Makin hari makin banyak tekanan yang didapatkan Maddy, kehilangan teman terdekatnya , mendapat ancaman, hinaan, kehilangan teman dekat hingga kehilangan percaya diri dan muncul rasa takut, untungnya Maddy mempunyai sahabat bernama Bill dan Psikiater yang bergabung di Komite Anti Kekerasan terhadap Wanita disitulah tempat Maddy berkeluh kesah menceritakan kejadian yang dia alami setiap harinya, saran dari mereka pun sama yaitu Maddy harus meninggalkan Jack , namun Maddy masih dilema apakah harus meninggalkan Jack yang selalu menekannya atau tetap bertahan karena Maddy masih selalu menganggap Jack mencintainya, sampai kejadian kejadian buruk terus menimpa Maddy dengan hasutan beberapa sahabatnya untuk segera meninggalkan Jack, hingga akhirnya Maddy memberanikan diri untuk mengatakan dia ingin meninggalkan Jack, saat itu juga ketakutan Maddy selama ini terjadi, yaitu kehilangan harta karier dan cintanya, lambat laun hanya beberapa hari sejak dia meninggalkan Jack,Maddy pun hidup bahagia kembali.
Dari cerita ini memang terlihat tidak ada kekerasan fisik yang dilakukan oleh Jack Hunter kepada Madeleine Beamount, namun ada kekerasan lain yaitu kekerasan mental yang terus dilakukan kepada Maddy seperti ancaman, hinaan, eksploitasi, isolasi dan pengendalian yang dapat menghilangkan rasa percaya diri,menimbulkan ketakutan dan rasa bersalah, hingga berbekas dan susah untuk disembuhkan. Terlihat jelas sitem patriarki dimana perempuanlah yang menjadi korban. Bahkan susah untuk keluar dari kekerasan tersebut dan tetap memilih tinggal, karena ketakutan terjadi hal yang lebih buruk seperti stigma negatif masyarakat dan kemerosotan ekonomi .Seperti pahaman menurut Feminisme radikal yaitu kejahatan merupakan sesuatu yang berakar dan memang tidak bisa dipisahkan dari sistem patriarki. Hal yang harus dilakukan oleh korban kekerasan yaitu harus berani untuk bebas.
Buku ini sangat menarik untuk dibaca, karena novel yang sangat ringan dengan fantasi romantisme yang memahami kita khusunya para wanita bahwa kekerasan bisa dilakukan dalam bentuk apa saja dan selalu ada jalan keluar dari kekerasan itu. FREEDOM IS FREE