Brief Review Buku ” Pengantar Filsafat Islam : Filsafat Teoritis dan Filsafat Praktis”
Brief Review Buku ” Pengantar Filsafat Islam : Filsafat Teoritis dan Filsafat Praktis”
Filsafat Dalam Islam Bermakna sama dengan hikmah sebuah sikap intelektual yang memadukan olah pikir, Intuisi dan Imajinasi dalam Payung Al-Quran dan Hadist. Hikmah (Kearifan) tidak hanya dalam ranah konseptual. Lebih dari itu, hikmah memiliki tujuan teoritis, Yaitu Kebenaran itu sendiri dan prilaku yang bersinergis dengan kebenaran yang diperoleh (perpaduan teoritis dan praktis). Namun tengoklah ilmu-ilmu modern yang berkembang pesat akhir-akhir ini. seluruhnya mengklaim memiliki otoritas untuk menegaskan dirinya sendiri. Sembari memoles pandangan dengan sentuhan-sentuhan dan istilah filsafat yang sebetulnya bermakna sempit. Mereka melalaikan yang metafisis dan ‘kearifan teoritis’. Akibatnya, Filsafat dipersempit pada sekedar usaha rasional dan pendekatan intuitif diidentikan dengan mistik, Bahkan Okultis yang cenderung bernaung dibawah dominasi positivism sains atau reduksi pada logika dan linguistik semata, ini dinilai membuat filsafat menyimpang dari cinta kearifan ( Philo-sophia) ke benci kearifan (miso-sophia).
Meskipun buku ini bersifat “pengantar” ia menjelaskan prinsip-prinsip filsafat Islam yang konsisten dengan tradisi metafisika yang sejak zaman Yunani Kuno telah dibincangkan. Meskipun akhirnya Filsafat Islam memberikan penyempurnaan pandangan metafisis itu dengan pandangan brilian oleh filsuf Muslim. Murtadha Muthahhari (1919-1979) dalam Buku ini “mengantar” kita pada pemahaman yang utuh mengenai pentingnya menganalisis masalah moral ( akhlak) dalam payung Filsafat, sehingga kecenderungan individual secara teoritis itu selain berhubungan dengan tujuan-tujuan sosial. Karena nilai moralitas praktis mengandung ciri esensial maka ia sudah tentu berpijak pada kemendasaran wujud (ashalatu al-wujud). Muthahhari membuktikan bahwa moralitas itu sendiri memiliki unsur-unsur kemutlakan dalam diri manusia dalam hubungannya dengan capaian teoritis (hikmah) itu sendiri.
Pada dasarnya buku ini lebih menjelaskan tentang struktur pandangan dunia dalam memandang keberdaan sebagaimana hakikatnya dan tindakan manusia sebagaimana seharusnya.
“Kelebihan penulis (Muthahhari) mampu menjelaskan dengan bahasa serta pemberian contoh yang mudah dimengerti. Kekhasan Filsafat Islam sebagai sesuatu yang tidak terpisahkan dengan ideologi, ideologi yang rasional bukan doktrin normatif adalah ciri yang menonjol dari pemikirannya. Filsafat sebagai ideologi, sebagai tawaran epistemologi Islam yang hidup dalam ruang sosial yang Progresif.”
