Brief Review Buku “Beyond The Chains Of Illusions (Pertemuan Saya Dengan Freud Dan Marx)”

Sekilas tentang penerbitan dan genre buku :

Fromm menerbitkan Beyond the Chains of Illusion pada tahun 1962, dalam usia enam puluh dua tahun, sebagai “Pertemuan Saya dengan Marx dan Freud”. Sekilas ini merupakan buku tentang Marx dan Freud; Fromm adalah seorang penerjemah Marx, khususnya Marx dalam Economical and Philosophical Manuscipte of 1844; diterbitkan pertama kali dalam bahasa inggris dalam buku Fromm yang berjudul Marx’s Concept of Man; dan tidak diragukan lagi, Fromm paling terpengaruh oleh teori psikoanalisis dan metodologi Freud pada tahun 1930-an, suatu masa yang paling penting bagi revisi atas teori psikoanalisis Freud. Buku ini masuk dalam kategori teoritik filsafat yang diterbitkan oleh octopus dalam penerbitan terakhirnya pada tahun 2017 dengan total halaman xii+241.

Garis besar muatan buku :

               Fromm dalam realitasnya ingin membentuk kembali cara-cara kritis mereka dalam melihat individu dan masyarakat. Dalam buku ini Beyond the chains of illusion benar-benar merupakan “pertemuan” dengan marx dan freud. Buku ini merupakan sebuah pendahuluan aras konsep-konsep sosial-psikologis dan gagasan-gagasan humanistik Fromm sebagai hasil dari pertemuan tersebut. Secara garis besar buku ini akan mengarahkan kita keopada sifat khusus yang manusia miliki sebagai makhluk sosial.

Dengan mengembangkan kesadaran atas diri mereka sendiri dan kemampuan imajinasi, maka sarana instingtual untuk menghadapi realitas digantikan oleh kebutuhan-kebutuhan pisikis yang sekarang perlu diopenuhi agar bisa bertahan. Ketika kebutuhan-kebutuhan psikis tersebut sudah terpenuhi hall ini akan mengarahkan pada pembentukan karakter sesuai dengan persyaratan alam, sosial, serta persyaratan-persyaratan dari dalam  untuk perkembangan dan pertumbuhan yang menyeluruh.

Menurut Fromm, masalah tentang apakah individu atau masyarakat yang teralienasi atau mengalienasi dan aspek-aspek realitas apa saja dari individu dan masyarakat yang harus ditekan adalah bergantung pada orientasi produktif atau non-produktif dari karakter sosial. Fromm berusaha menggabungkan gagasan-gagasan Marx-1962, bahwa manusia ditentukan oleh persyaratan-persyaratan dengan kehidupan sosial, dan penemuan Freud atas daya psikis  dan dinamis sadar dan tidak sadar, dengan menggunakan konsep karakter sosial yang diajukannya.

Sebuah saran untuk dibaca :

               Untuk para Freudian dan Marxian jika anda ingin memahami sebuah konsep tentang bagaimana peradaban, jika anda ingin memahami bagaimana kondisi realitas hari ini “dibentuk”, Buku ini akan memberikan penjelasan secara singkat dan padat korelasi yang nampaknya terpisah antara Marx dan Freud. Saya pikir buku ini bisa menjadi “buku saku” untuk golongan yang masih bingung memahami kondisi peradaban secara objektif. Terutama untuk golongan kiri hehehe.

Add a Comment

Your email address will not be published.