Mahasiswa Seperti Apakah ??

Berbicara soal “Mahasiswa” yang lansung terpintas dalam pikiran saya adalah seseorang yang menempuh pendidikan di suatu perguruan tinggi yang dimana dia legal dalam hal administrasi, memiliki KTM (Katu Tanda Mahasiswa) sebagai petanda dia benar-benar terdaftar di Perguruan Tinggi tersebut.

Disini kita patut membedakan apa yang dimaksud dengan Perguruan Tinggi dan apa yang dimaksud dengan Pendidikan Tinggi. Perguruan Tinggi adalah satuan pendidikan yang menyelenggarakan Pendidikan Tinggi, sedangkan Pendidikan Tinggi adalah jenjang pengembangan potensi setelah mengikuti pendidikan menengah, yang mencakup program Diploma, Sarjana, Magister, Doktor, dan Profesi serta program Spesialis, yang diselenggarakan oleh Perguruan Tinggi.

Seperti yang sudah saya jelaskan, yang sebagai penyelenggara suatu Pendidikan Tinggi adalah Perguruan Tinggi. Dalam hal ini, di dalam sebuah Perguruan Tinggi terdapat yang dikatakan peserta didik dan tenaga pendidik. Sebagaimana, Mahasiswa sebagai peserta didik dan Dosen sebagai tenaga pendidik.

Apakah memang “Mahasiswa” hanya sekedar menjadi peserta didik?

Tak terlepas dari pembahasan saya mengenai apa itu “Mahasiswa” dan bagaimana peran & fungsi seorang “Mahasiswa”, yang membuat saya betanya-tanya sekarang ini adalah mengapa dewasa ini kebanyakan “Mahasiswa” lupa akan fungsinya sebagai Mahasiswa, yang dimana fungsi mereka adalah sebagai Agent of Change, Moral Force, dan Iron Stock.

“Mahasiswa” dewasa ini terlalu fokus atau tenggelam terhadap perannya sebagai “Mahasiswa” hingga ada satu hal yang terlupakan yaitu sebagaimana fungsinya sebagai “Mahasiswa” itu apa, yang dimana itu merupakan bentuk pengimplementasian keintelektualan seorang “Mahasiswa’. Bukan berarti juga saya menginginkan “Mahasiswa” melupakan perannya.

“Mahasiswa” sebagaimana perannya sebagai peserta didik dan intelek ialah bagaimana para “Mahasiswa” mampu mengaktualisasikan potensinya yg didapat dari pendidikan menengah, dengan itu juga sebagimana fungsi “Mahasiswa” sebagai Agent of change, Moral force, dan Iron stock dalan hal mengaktualisasikan keintelektualan yang didapat dari proses pengaktualisasian potensi yang dimiliki.

Saya berharap semoga “Mahasiswa” selalu ingat akan apa peran & fungsinya sebagai “Mahasiswa” serta semoga dalam hal mengaplikasikan peran & fungsinya sebagai “Mahasiswa” dilakukan dengan setulus hati dan demi mewujudkan hal yang kita dambakan selama ini yaitu mewujudkan masyarakat madani, semoga di setiap langkah “Mahasiswa” menjadi pembuka jalur masuknya keadilan. Salam perjuangan!!!!

Muhammad Rama Herdiansyah

Anggota Departemen Kajian Strategis dan Advokasi

 

 

Add a Comment

Your email address will not be published.