Negeri Merana
Negeri Merana
Kartu kuning, bukan kartu merah
Pertanda politik sinyal meyercah
Rakus harta tidak menjadi masalah
Asal popularitas menjadi ranah
Sekarang, era para penguasa benar-benar berkuasa
Tidak pandang bulu, hasta demi hasta diambil rata
Jikalau ada ancaman semata
Dua-tiga koleganya membara
Mata memandangnya gembira, tapi hati lain lagi
Aromanya wangi, tapi debu berserakan dimana-mana
Para singa bermanuver di negeri ini
Sementara mangsanya berotak tumpul, berlarian entah kemana
Malang memang singgah sana ini
Terpaku dengan paras yang amat dramatis
Wajahnya memancarkan buaian kini
Sehingga marak yang tak kritis
Pedasi yang senyum merona
Tidak terbayang hitam gulitanya
Menaruh harapan kepada sang buta
Dan menjadi sorotan kumuh biaya
Selebaran diambil secara anarkis
Orang rapuh tak berdaya, tambah tak berdaya
Sementara dunia memandangnya dusta realis
Inilah negerimu, yang haus akan tahta
Oleh: Fadel Dwi (Ilmu Ekonomi, 2017)