EJAKULASI DINI ATAU BERFIKIR?

Satu lagi permasalahan yang dihadapi atas konsekuensi perjuangan yang dilakukan oleh kaum-kaum minoritas. Segala bentuk gerakan selalu mengundang perhatian atas orang-orang yang rentan akan kritik atau yang sedang menjalin kerjasama oleh para penguasa untuk melanggengkan kekuasaannya. Tak terkecuali hirarki kekuasaan yang ada dalam kampus. Apa saja akan masuk akal ketika kritikan sudah menyentuh koridor kekuasaan. Sekelompok orang yang akan selalu menghantui birokrasi kampus ini lah yang disebut dengan mahasiswa

Mahasiswa sebagai agen perubahan sudah seharunya selalu menganggap apa yang terjadi di kampus sedang tidak baik-baik saja, terlebih jika data akan keresahan-keresahan mahasiswa itu terbukti. Mahasiswa adalah cerminan aspirasi masyarakat secara luas. Mahasiswa lah kemudian yang menjembatani pemerintah dan masyarakat secara luas. Lantas, apakah ada yang salah ketika bentuk aspirasi kita berbentuk kritikan?. Idealnya ketika bentuk aspirasi secara halus tidak di dengar maka lama-kelamaan  hal itu akan meluap menjadi aspirasi yang bentuknya bisa saja merepresi.

Namun apa yang terjadi di kehidupan kampus saat ini benar-benar sudah  menutup rapat dan bahkan hampir mengunci pintu kekritisan mahasiswa. Birokrasi sudah tidak menganggap mahasiswa sebagai partner dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Aturan-aturan yang dibuat pun hanya untuk menutup akses mahasiswa mewujudkan sifat kritisnya. Namun tak apa, hal itu lah yang membuat kami sebagai mahasiswa akan semakin massive dalam bergerak. Gugur satu tumbuh seribu adalah semangat kami.

Ketika saudara seperjuangan kami kau bendung kami tidak akan diam saja. Apalagi tuduhan-tuduhan yang kau berikan kepada saudara kami hanya bersifat fitnah, maka sisi kemanusiaan kami yang akan bergerak untuk melawan kau para birokrat-birokrat wahai mantan kaum yang tercerahkan. Apakah jalan atau keputusan yang kau ambil sudah benar?, Apakah sudah melalui procedure administrative yang seharusnya?. Apakah saudara kami sudah kau berikan haknya dalam menyampaikan pembelaannya sehingga mereka tidak tahu-menahu surat keputusan itu keluar begitu saja? Coba lah berfikir sebelum bertindak para birokrat-birokrat jangan cuma ejakulasi dini di tempat kerjamu!

 

Oleh: Departemen Kajian Strategis dan Advokasi Sema FEB-UH 2017-2018

Add a Comment

Your email address will not be published.