Sinopsis Buku Baru Perpustakaan Sema FEB-UH
Sinopsis Buku Baru Perpustakaan Sema FEB-UH
1. CERITA AZRA
Azyumardi Azra, biasa dipanggil “Azra” adalah seorang cendekiawan muslim. Kiprahnya di dunia pendidikan menghasilkan inovasi-inovasi yang tidak pernah terpikirkan oleh orang lain. Salah satunya adalah bertransformasinya IAIN Syarif Hidayatullah menjadi UIN Syarif Hidayatullah, yang menjadikan institusi pendidikan islam bisa masuk kedalam arus utama, menjadi lebih open-minded, berkualitas, dan bermartabat dimasyarakat.
Azyumardi Azra adalah seorang pakar sejarah dan peradaban islam yang diakui dunia internasional. Ia pun sudah mendapatkan gelar Guru Besar dari almamaternya, UIN Syarif Hidayatullah dalam hidupnya, ia adalah seorang muslim tulen yang taat mengikuti nilai-nilai yang diajarkan oleh Rasulullah Muhammad SAW.
Azyumardi Azra pernah dipercaya oleh mantan wapres Jusuf Kalla untuk menjadi deputi sekretaris wakil presiden bidang Kesra selama dua tahun. Berbagai partai politik sudah pernah melamarnya untuk bergabung tapi ia tetap teguh pada netralitasnya. Netralitasnya dari dunia politik menjadikan dirinya sebagai orang yang paling diburu wartawan untuk berkomentar perihal masalah politik dan sosial kemasyarakatan.
Direktur program pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah ini adalah orang Indonesia pertama yang meraih gelar commander of the british empire dari ratu inggris. Pesepakbola David Beckham dan beberapa orang popular di inggris memiliki pangkat dibawah dirinya. Satu lagi yang ia banggakan, di dalam dunia penerbangan ia tercatat sebagai seorang frequent flyer tertinggi salah satu maskapai penerbangan terbaik dunia: Singapore Airlines, sejak tahun 2005.
Buku “Cerita Azra” ini mengungkapkan kisah kehidupan Azyumardi Azra beserta sisi menarik kehidupannya yang jarang diketahui masyarakat. Dengan membaca buku ini, anda akan terinspirasi oleh kisah hidupnya.
2. NEGARA DAN REVOLUSI
Buku ini dianggap sebagai salah satu karya lenin yang paling penting. Ditulis menjelang revolusi oktober 1917, buku ini untuk memulihkan teori Marx mengenai negara dan revolusi proletar. Sejak kematian marx, ajarannya telah didistorsi oleh kaum borjouis dan oportunis dikalangan gerakan buruh.dengan menggali dan tulisan-tulisan marx dan engels sendiri, lenin mengurai selubung dan penyelewengan oleh banyak kalangan intelektual, bahkan yang mendaku sebagai pemikir Marxis seperti Karl Kautsky, Eduard, dll.
Analisis lenin mengenai negara dalam buku ini dianggap mewakili perkembangan teori politik saat itu, selain reform revolution karya Luxemburg dan beberapa di kritik oleh Anton Pannekoek melawan Bernstein. Namun, hanya karya ini yang merefleksikan masalah kediktatoran secara terperinci. Disini serangannya tidak hanya tertuju pada kaum borjuis dan oportuni, melainkan juga kaum anarkis yang dianggapnya mampu dalam memahami hakekat revolusi.
Salah satu kesulitan memahami buku ini adalah adanya jurang yang memisahkan dunia politik dan sisi intelektualnya dari dunia kita. Lenin kerap merujuk pada tokoh-tokoh, tanggal, dan peristiwa yang familiar bagi pembaca pada masanya, namun tidak pada masa sekarang. Buku ini juga mengasumsikan suatu tingkat pemahaman yang memadai atas tulisan-tulisan Marx dan Engels serta sejarah gerakan sosialis sebelum perang dunia I.
3. MENUJU MERDEKA 100%
Suatu malam pada sebuah pertemuan yang dihadiri bung karno, bung hatta, dan K.H. Agussalim Tan Malaka yang datang tanpa di undang tiba-tiba berkata lantang:
“ kepada kalian para sahabat, tahukah kalian kenapa aku tidak tertarik pada kemerdekaan yang kalian ciptakan? Aku merasa bahwa kemerdekaan itu tidak kalian rancang untuk kemaslahatan bersama. Kemerdekaan kalian di atur oleh segelintir manusia, tidak menciptakan revolusi besar. Hari ini aku datang kepadamu, wahai soekarno sahabatku…… harus aku katakana bahwa kita belum merdeka, karena merdeka haruslah 100%..!”
Nama Tan Malaka seolah terlupakan dari sejarah perjuangan Indonesia. Padahal prof. Muhammad Yamin menyebutnya sebagai “Bapak Republik Indonesia”. Sedang Jenderal A.H. Nasution mengatakan, “nama Tan Malaka juga harus tercatat sebagai tokoh militer Indonesia untuk selama-lamanya.” Tan Malaka memang merupakan salah seorang pemikir brilian yang bercita-cita mewujudkan kemerdekaan Republik Indonesia.
Buku ini merupakan kumpulan karya penting Tan Malaka sekaligus menjadi pernyataan sikapnya tentang politik dan ekonomi yang bebas dan merdeka sekaligus dapat menggugah kesadaran kita akan arti dari kemerdekaan yang sesungguhnya, yaitu Merdeka 100%.