Resensi Novel “ Tentang Kamu”
Resensi Novel “ Tentang Kamu”

Judul Resensi : Teka-Teki Saham Peninggalan
Penulis Resesnsi : Saraswati Mursali (Manajemen 2017)
Identitas buku
- Judul buku : Tentang Kamu
- Penulis : Tere Liye
- Penerbit : Republika Penerbit, Jakarta
- Tahun terbit : 2016
- Tebal buku : vi + 524 halaman
- Warna buku : Cokelat
- ISBN : 9786020822341
- Harga buku : Rp. 79,000
Sinopsis
Kisah ini bermula dari seorang pengacara muda asal Indonesia lulusan Oxford yang bekerja disalah satu firma hukum di London yaitu Thomposon & Co. Firma hukum ini merupakan firma hukum tertua di Inggris yang khusus menangani tentang hukum waris. Firma hukum ini tidak semegah Latham & Watkins, atau seglamor Baker & McKenzie, penguasa firma hukum dunia, tapi nama Thomposon & Co. Selalu disebut dengan penuh kehormatan. Hanya pengacara pilihan dan memiliki integritas yang bisa bergabung dengan firma hukum ini. Zaman Zulkarnaen dapat bergabung dengan Thomposon & Co. Karena beberapa alasan, yang pertama karena salah satu senior lawyer telah pensiun. Yang kedua karena Zaman Zulkarnaen merupakan salah satu kandidat dari dua belas mahasiswa fakultas hukum terbaik dari seluruh dunia. Dan yang terakhir karena jawaban dari pertanyaan yang diajukan senior lawyer yaitu Eric Morning dengam pertanyaan “Jika berkata jujur akan membuat empat orang jahat terbunuh mengenaskan, sedangkan berbohong akan membuatnya selamat, maka pilihan apa yang akan anda ambil?”. Karena alasan-alasan tersebutlah sehingga Zaman dapat bergabung dengan firma hukum Thomposon & Co.
Suatu pagi zaman menerima telepon dari Mr. Thomposon yang merupakan pemilik firma hukum Thomposon & Co. Mr Thomposon meminta zaman untuk menyelesaikan kasusu dari client mereka yang baru saja meninggal di Paris. Client mereka ini meninggalkan warisan yang sangat besar. Beliau meninggalkan warisan sebesar satu miliar poundsterling,yang dengan warisan sebesar itu namanya bisa masuk 100 orang terkaya di kerajaan inggris. Namun ini bukan permasalahan yang hanya mengatur pembagian warisannya. Beliau berna Sri Ningsih, wanita tua yang memiliki harta warisan sebesar satu miliar poundsterling yang senilai dengan 19 Triliun rupiah yang baru saja meninggal di Paris adalah orang Indonesia. Menariknya beliau meninggal di panti jompo di Paris. Hal ini merupakan hal yang tidak dapat diterima oleh akal sehat, orang yang memiliki harta warisan sebesar satu miliar poundsterling memilih menghabiskan hari-hari terakhirnya di panti jompo. Menariknya lagi dalam kasus ini wanita tua itu adalah pemilik sah 1 % surat saham di perusahaan besar. Surat keterangan itu dititipkan beberapa tahun lalu oleh pihak ketiga melalui pos. Jika terjadi sesuatu dengan nama yang tertulis disana, akan ada telepon yang menghubungi firma hukum Thomposon & Co. Dan atas situasi tersebut Thomposon & Co. Diberikan mandat untuk menyelesaikan harta warisan wanita tua ini seadil-adilnya sesuai hukum yang berlaku. Maka dari penjelasan tersebut Zaman dapat mengambil kesimpulan bahwa Sri Ningsih tidak meninggalkan surat wasiat secara langsung. Inilah tantangan besar bagi Zaman untuk dapat menyelesaikan kasus ini. Namun Thomposon & Co. Adalah firma hukum yang memiliki pengacara yang dikenal dengan kesatria hukum yang berani menegakkan keadilan. Identitas kesatria inilah yang diterapkan Zaman Zulkarnaen dalam kasus Sri Ningsih dengan harta warisan sebesar satu miliar poundsterling yang meninggal di panti jompo di Paris. Satu-satunya cara adalah dengan menelusuri kehidupan Sri Ningsih.
Untuk menyelesaikan kasus ini Zamam mendatangi panti jompo dimana Sri Ningsih menghembuskan nafas terakhirnya. Panti jompo itu bertempat di Quay d’Orsay yang dekat dengan Menara Eiffel dan sungai Seine. Di sana Zaman bertemu dengan perawat panti yang bernama Aimee. Suasana disana masih dalam suasana duka karena Sri Ningsih adalah salah satu keluarga panti yang paling dermawan, yang selalu menebarkan kebahagiaan, dan merupakan keluarga panti yang paling aktif. Hal itulah sehingga membuat orang-orang yang ada di panti merasa sangat kehilangan. Di panti ini Zaman mendapat petunjuk pertama yaitu buku diary milik Sri Ningsih yang diberikan Aimee, yang dapat Zaman gunakan sebagai petunjuk pertama dalam pejelajahannya tentang kehidupan Sri. Diary Sri Ningsih terdiri dari lima bagian yang diberikan nama juz ileh Sri. Juz pertama tentang kesabaran, juz kedua tentang persahabatan, juz ketiga tentang keteguhan hati, juz keempat tentang cinta, dan juz kelima tentang memeluk semua rasa sakit.
Juz pertama tentang kesabaran, 1946-1960. Pada juz ini bercerita tentang masa kecil Sri Ningsih di Pulau Bungin. Pulau Bungin merupakan salah satu Pulau terpadat di dunia yang berada di Sumbawa, NTB. Ada pun penggambaran tentang Pulau ini seperti, rumah-rumah yang tumbuh dari atas permukaan laut, perahu tertambat tiang-tiang, dan kambing-kambing mengunyah kertas. Di Pulau inolah Sri dilahirkan dan dibesarkan. Banyak peristiwa yang ia lewati di Pulau kecil dan padat ini, dari peristiwa manis sampai peristiwa pahit. Dari peristiwa-peristiwa tersebut Sri Ningsih dapat memetik buah tentang kesabaran.
Juz kedua tentang persahabatan, 1961-1966. Pada juz ini bercerita tentang persahabatan yang dijalani oleh Sri Ningsih. Setelah meninggalkan Pulau Bungin, ia menyusun lagi cerita baru dalam kehidupannya di Madrasah Kiai Ma’sum. Madrasah ini mempertemukan ia dengan kedua sahabatnya, madrasah ini yang membuat ia merasakan sejatinya persahabatan. Dan di madrasah ini pula yang membuatnya terus dihantui dengan teriakan bengis, suasana mencekam, dan penyiksaan. Di madrasah ini juga yang msmbuatnya memahami tentang keserakahan yang yang bisa mengubah manusia menjadi buas lebih dari hewan buas, dan juga tentang penghianatan. Namun Sri tidak menyimpan dendam ataupun amarah disetiap peristiwa yang terjadi, melainkan ia merasa telah berhianat. Iaerasa berhianat karena telah memilih kejujuran dibandingkan persahabatannya.
Juz ketiga tentang keteguhan hati, 1967-1979. Sepeninggalannya dari madrasah Kiayi Ma’sum dengan masih terus menghantuinya tentang penyiksaan dan penghianatan yang terjadi, akhirnya ia memilih untuk pindah menuju ibu kota, Jakarta untuk memulai lagi kelanjutan kehidupannya dan melupakan beberapa masa lalu yang terus menghantuinya. Pada juz ini bercerita tentang keteguhan hati yang Sri miliki. Dalam diarynya ia menuliskan, sampai mana kita harus mencoba hingga kita tahu bahwa kita telah berada pada akhirnya ? Apakah dua kali, lima kali, sepuluh kali, atau berpuluh-puluh kali hingga tidak dapat menghitungnya?. Pada juz ini ia mendapatkan jawabannya, jika lita gagal seribu kali, maka pastikan kita bangun seribu satu kali. Di Jakarta Sri memulai usaha yang dimulai dari usaha kecil-kecilan, usaha sewa mobil, sampai mendirikan perusahaannya sendiri yang cukup maju di ibu kota. Namun karena suatu hal, ia menjual perusahaannya yang terbilang cukup maju itu dengan membeli saham di perusahaan multinasional besar dengan kepemilikan resmi 1 % dari perusahaan tersebut. Seakan melupakan kepemilikan sahamnya,Sri Ningsih berpindah ke negara lain tanpa sepengetahuan orang-orang terdekatnya.
Juz keempat tentang cinta, 1980-1999. Pada juz ino bercerita tentang kisah cinta dari Sri Ningsih. Yang merupakan perasaan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
Setelah melewati babak keteguhan hati dari kehidupannya, ia menuju ibu kota Inggris, yaitu kota London. Di London ia bertemu dengan keluarga dermawan yang menjadi keluarganya selama di London. Di London Sri bekerja sebagai supir bus. Karena pekerjaannya inilah sehingga ia bertemu dengan cintanya. Namun, semuanya tidak selalu berjalan dengan indah. Layaknya kehidupan, kita sebagai manusia pasti ingin selalu kebahagiaan yang datang menghampiri di kehidupan, tetapi kembali lagi kepada si pembuat skenario kehidupan. Begitulah pemggambaran kehidupan Sri pada juz ini.
Lagi-lagi dengan alasan yang sama sebelumnya, alasan yang tidak diketahui Sri Ningsih memilih meninggalkan London tanpa sepengetahuan orang-orang terdekatnya. Namun, ada buah yang ia petik dari kisahnya pada juz ini seperti yang tertulis pada diarynya. Nasihat lama itu benar, cinta memang tidak perlu ditemukan, cintalah yang akan menemukan kita. Kita tidak perlu menangis karena sesuatu telah berakhir, tapi tersenyumlah karena hal itu pernah terjadi.
Juz kelima tentang memeluk semua rasa sakit, 2000-…. Pada babak terakhir di kehidupan Sri Ningsih ia kembali teringat tentang peristiwa-peristiwa menyakitkan yang pernah ia jalani. Pada babak ini ia mengikhlaskan segalanya yang telah terjadi. Hal ini tercemin dari diary yang ditulisnya yaitu, bagaimana jika segala hal yang menyesakkan diibaratkan sebagai tiap tetesan hujan ditengah lapangan dan ia harus menyebrangi lapangan itu untuk ke tempat tujuan. Bagaimama ia bisa menyebrang tanpa terkena satu tetes air hujan?. Ia pun mengetahui jawabannya yaitu menarilah bersama setiap tetesnya, tarian penerimaan, jangan pernah dilawan, karena sia-sia saja, kita pasti basah.
Babak terakhir kehidupannya ia beristirahat dengan tenang di kota dengan Menara Eiffel yang indah dipandang mata, sungai Seine mengalir elok, dan merupakan kota jantung peradaban dunia. Kota ini pula yang telah mengajari Sri Ningsih tentang hakikat kehidupan. Sri akan memeluk semua rasa sakit. Dulu. Sekarang. Esok lusa hingga bertemu lagi.
Sampai juz kelima zaman menelusuri tentang kehidupan Sri Ningsih untuk menyelesaikan kasus harta warisan Sri Ningsih seadil mungkin, apakah Zaman Zulkarnaen berhasil menemukan surat wasiat dari Sri Ningsih ?
Unsur Intrinsik
Tema
Tentang kehidupan seorang wanita yang kuat, dan tangguh dalam menjalani tiap langkah kehidupannya.
Penokohan
- Zaman Zulkarnaen : Pengacara dari firma hukum terhormat yaitu Thomposon & Co. Pemuda cerdas. Pantang menyerah. Selalu bersungguh-sungguj dan tidak mudah percaya.
- Sri Ninhsih : Seorang wanita tangguh. Cerdas. Selalu memperjuangkan kehidupannya. Selalu berfikir positif. Selalu memikirkan dengan matang setiap keputusan yang diambil. Dan tidak pernah membenci ataupun dendam.
- Sulastri : wanita yang awalnya sangat baik hati dan merupakan sahabat Sri Ningsih dan Nur’ain. Namun, semenjak keserakahan dan kedengkian merasuki dirinya, Sulastri menjadi orang yang penuh dendam, jahat, dan penghianat.
- Dan beberapa tokoh pendukung lainnya.
Latar
- Latar tempat :
- Belgrave square, London, Firma hukum thomposon & Co.
- Panti jompo La Cerisale Masion de Retraite Paris
- Pulau Bingin, Sumbawa
- Madrasah Kiai Ma’sum, Surakarta, Jawa Tengah
- Pasar Tanah Abang, Jakarta
- Pasar senen, Jakarta
- Pool bus di Ciclewood bus garage
- Kawan little India, Restoran india milik keluarga Rajendra Khan, lantai 8 unit 801
- Bus tingkat merah dengan rute nomor 16 dari Criclewood hingga Victoria bus station
- Firma hukum A&Z law
- Sungai Seine
2. Latar waktu : Dari pagi hingga malam.
3. Latar suasana : Mengharukan, menyedihkan, menegangkan, dan menyenangkan.
4. Alur : Alur yang digunakan adalah alur maju-mundur.
- Gaya bahasa : Bahasa yang digunakan cukup ringan dam mudah dipahami.
- Sudut pandang : orang ketiga serba tahu
- Amanat :
- Tentang kesabaran yang membuahkan hasil manis
- Ketika kita jatuh, maka pastikan kita mempunyai alasan lebih untuk bangkit.
- Jangan menangis karena sesuatu hal telah berakhir, tapi tersenyumlah karena hal itu pernah terjadi.
- Tentang dendam yang tidak ada gunanya. Dendam hanya membawa kita ke jurang kegelapan.
- Melangkalah dalam manis pahitnya kehidupan, tidak perlu menolak karena memang tidak mampu untuk menolak.
Unsur ekstrinsik
Nilai moral
Melalui tokoh Sri, pembaca akan termotivasi menjadi pribadi yang tangguh, ikhlas dalam setiap yang ia jalani, mudah memaafkan tanpa kebencian dan dendam, serta selalu bersikap dan berfikir positif.
Nilai agama
Melalui tokoh Zaman dan Sri Ningsih. Mereka selalu menjalankan ibadah dimanapum mereka berada, bahkan pada saat berada diluar negeri mereka tetap memegang teguh agama dan tradisinya.
Nilai sosial
- Sri Ningsih mampu bersosialisasi dengan baik, menjaga dan mempererat hubungan. Hal ini tercermin dari Sri yang langsung akrab dengan Nur’ain dan Lastri yang baru pertama kali bertemu dengannya. Tak hanya itu, Sri Ningsih juga mampu menjaga keharmonisan di panti jompo di Paris.
- Kehidupan di madrasah Kiai Ma’sum dimama para santri saling gotong-royong membersihkan pondok dan bekerja suka rela di pabrik yang ada di pondok. Adapula yang bekerja suka rela di sawah. Mereka bekerja sukarela karena kebaikan keluarga Kiai Ma’sum.
Nilai pendidikan
Dengan membaca novel ini kita dapat menambah wawasan pengetahuan seperti :
- Pulau Bungin yang merupakan salah satu Pulau tetpadat di dunia yang ternyata berada di Indonesia.
- Sejarah berdagang dengan gerobak dorong.
- Strategi bisnis
- Awal mula perkembangan teknologi.
- Tidak dapat menyatunya dua rhesus yang berbeda.
- Pemberontakan PKI.
- Tentang Y2K (millenium bug).
- Subprime mortgage.
Kelebihan
- Riset yang dilakukan Tere Liye yang sangat detail. Dapat dilihat dari penggambaran beberapa tempat di Indonesia, London, dan Paris. Kemudian tentang peristiwa-peristiwa bersejarah diantaranya peristiwa pemberontakan PKI, peristiwa Y2K,dll. Dan tentang isu-isu atau fenomena yang sedang berkembang di masyarakat.
- Novel dikemas dengam sangat informatif, sehingga dapat menambah wawasan bagi para pembaca.
- Karakter-karakter pendukung yanh dibuat mempunyai peranan penting dengan watak yang berbeda-beda sehingga mampu membuat pembaca memainkan emosinya.
- Alur yang dibuat sedemikian rupa, sehingga pembaca tidak dapat menebak akhir cerita
Kekurangan
- Adanya kesalahan penulisan, seperti yang terdapat pada halaman 207 yang tertulis “SPV? Ini bulan penyelidikan pajak Eric” (Eric seharusnya Zaman)
- Terdapat beberapa kata yang tidak umum seperti SPV, right issue, stock exchange, diversifikasi produk, market cap, dan beberapa istilah lainnya. Sebaiknya ada catatan kaki (footnote) untuk memudahkan dan menambah kenyamanan para pembaca. Dengan adanya footnote pembaca tidak perlu sibuk untuk mencari arti di mesin pencarian.
Kesimpulan
Novel ini dikemas dengan sangat informatif, terdapat nilai-niai yang dapat kita ambil ketika membaca per babnya, tokoh yang ada juga mampu membuat para pembaca memainkan emosi. Tidak perlu diragukan lagi kualitas daru seorang Tere Liye. Dengan harga yang cukup terjangkau kita dapat menikmati runtutan manfaat yang dapat dipetik dari novel Tentang Kamu ini. Novel ini sangat direkomendasikan dan cocok untuk kalangan umum.
?