How To Master Your Habits
Buku yang saya resensi berjudul How to Master Your Habits. Alasan saya mengangkat buku ini untuk dibedah adalah karena dari buku ini kita bisa lebih tau pentingnya membentuk habits yang baik, karena dari habits yang baik akan membentuk kepribadian yang baik. Bisa mempunyai kemampuan untuk membentuk habits adalah keahlian yang sangat kita perlukan dalam hidup. Menguasai pengendalian habits berarti dapat memilih apa yang kita pertahankan atau kita tinggalkan, habits mana yang kita ingin tingkatkan atau bentuk. Kita yang memgang kendalinya, bukan dikendalikan.
Buku ini ditulis oleh Felix Y Siauw, ia adalah seorang muallaf islamic inspirator, sejauh ini telah menerbitkan 8 buku dimana How to Master Your Habits adalah buku ketiganya. Berkaitan dengan latar belakangnya, buku-buku yang ditulis oleh Felix Y Siauw sebenarnya bertujuan untuk membangkitkan nilai ilahiyah dari tiap individu sehingga bisa menjadi pribadi yang mulia. Walaupun demikian, buku ini memuat materi yang universal sehingga dapat dibaca oleh muslim dan non muslim.
“How to Master Your Habits” mengajarkan kita bagaimana untuk menguasai keahlian tanpa motivasi. Dalam tataran perubahan pemikiran, motivasi memang luar biasa. Dalam sekejap pesimis bisa jadi optimis. Namun emosi saja tak mampu membeli keahlian, perlu lebih dari sekedar motivasi untuk mengembangkan suatu keahlian. Karena itulah buku ini lahir, ketika Felix mendapatkan suatu data bahwa motivasi hanya berpengaruh 11%-35% dalam keahlian, sisanya ada pada pembiasaan.
Pada habits.Hal yang menarik dari buku ini adalah pada pembahasan Genealogy of Habits, jika diibaratkan habitsadalah hasil keturunan dari practice dan repitition. Ayahnya adalah Practice (latihan) dan ibunya adalah repitition (pengulangan). Bilamana keduanya bertemu, pasti akan terbentuk habits pada diri manusia.
Singkatnya, habits dapat menentukan berhasil tidaknya kita dalam hidup ini. Proses terbentuknya habits pada manusia dimulai dari pemikiran. Pemikiran adalah pangkal dari kepribadian, karena pemikiranlah yang akan menentukan keyakinan, kecenderungan, tujuan hidup, cara hidup, sampai aktivitas seorang manusia.
Dari segi gaya bahasa, buku ini memuat ilustrasi-ilustrasi sehingga kita dapat lebih jelas memahami apa yang ingin disampaikan penulis. Selain itu, ilustrasi yang digambarkan itu mengenai kehidupan sehari- hari penulis, juga banyak dikaitkan dengan kondisi islam saat ini.
Oleh : Zahra (Koordinator Departemen Kesek Sema FEB-UH 2019/2020)