Brief Review Buku “Senja, Hujan dan Cerita yang Telah Usai”

Boy Candra tinggal di Padang, terlahir pada 21 November 1989. Novel “Senja, Hujan dan Cerita yang Telah Usai” diangkat dari pengalaman pribadi penulis. Lewat novelnya Boy Candra menceritakan segala perjalanan asmaranya. Kisah-kisahnya tersampaikan dengan jelas dan menarik. Pengalamannya dari mulai jatuh cinta, mencintai diam-diam, mencintai sahabat sendiri, bahkan patah hati.

Kelebihan dari novel ini adalah covernya yang sederhana. Pemilihan warna cover yang tidak terlalu mencolok, mewakili isi dari novel ini. Dan dengan sinopsis di cover belakang. .Isi novel tersampaikan dengan baik. novel ini juga terdapat kekurangan. Penempatan setiapbabnya kurang tertara.

 Terimakasih Pernah Bersamaku

Tidak perlu saling menyesalkan dan menyalahkan, apa yang pernah terjadi biarlah terjadi. Untuk apa saling menyalahkan? Kalau nyatanya dulu kita pernah sepakat saling menyatukan. Cukup kita saja yang gagal membuat semuanya indah. Bagaimana pun, aku pernah kamu sebut sayang. Begitu pun kamu pernah menjadi seseorang yang menyemangati ku dalam segala hal. Kita hanya perlu saling ikhlas menerima semua takdir dan jalan hidup yang tergariskan, ternyata kita memang tidak berhasil berjuang menyatukan mimpi-mimpi kita.

Bagiku kamu adalah kamu yang sempat menjadi seseorang yang amat ku rindu kan, seseorang yang ku sebut dalam doa-doa ku, seseorang yang ku inginkan, seseorang yang selalu ku nanti, meski akhirnya pelan-pelan ku sadari kamu tak lagi milik ku. Kalaupun aku menjauh dan pergi, bukan berarti aku membuangmu, meninggalkan mu, atau melupakan mu. Aku tak sejahat itu aku masih menyimpan mu sebagai kenangan terindah yang Tuhan berikan atas hidupku. Aku tidak akan menyesal, sebab untuk apa menyesal pada kenyataannya kita tetaplah dua orang yang gagal.

Terimakasih pernah bersedia bersama ku, meski akhirnya aku menyadari Tuhan menghadirkan mu kembali dalam hidupku bukan untuk bersama-sama selamanya . terimakasih untuk hal-hal yang pernah kita jaga, sampai aku terjaga bahwa tidak ada lagi yang membuat bahagia. Hiduplah dengan baik, suatu hari nanti kamu mungkin akan merindukan ku, atau aku pun akan merindukanmu. Tidak ada yang salah, hanya saja aku mengerti kini aku telah dengan seseorang yang benar-benar ku sayang ia juga yang berbalas sayang. Sebab itu aku sadar, rindumu yang datang adalah hal yang harus secepatnya ku buang. Terimakasih.. luka dan bahagia yang berakhir perih, tetaplah hal yang menjadikan aku mengerti banyak hal. Sebab, cinta terkadang adalah cara belajar dari hal-hal yang gagal.

Add a Comment

Your email address will not be published.