SKENA MUSIK INDIE #1 : BUKAN SEBATAS LABEL
SKENA MUSIK INDIE #1 : BUKAN SEBATAS LABEL
Berbicara tentang skena indie, merupakan sebuah pembahasan yang akan menjurus kepada anggapan bahwa indie itu merupakan merupakan sebuah genre lagu atau suatu jenis aliran musik yang berbeda dengan genre yang lain. Padahal jika diliat dari arti kata Independent yang berarti merdeka, berdiri sendiri, berjiwa bebas, dan tidak bergantung.
Membahas tentang independen, beberapa mengganggap hanya terbatas dalam perbedaan label yang menaungi band tersebut. Akan tetapi pengamatan saya terhadap skena indie, saya melihat indie bisa dibedakan menjadi Label dan Pengelolaan, idealisme musik, dan sebagai budaya banding terhadap budaya yang sedang populer yang ada.
Label dan Pengelolaan, para seniman yang bermusik secara indie merupakan seniman yang melakukan rekaman sampai pendistribusian rilisan fisik maupun digital secara mandiri. Jika berbicara rekaman untuk karya yang telah mereka hasilnya. Biasanya itu merupakan masalah yang sering dihadapi oleh para musisi, karena untuk biaya rekaman membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Masalah dana untuk memproduksi album biasanya yang menyebabkan musisi tersebut baru bisa memiliki album sendiri meskipun sudah dikenal oleh masyarkat. Untuk masalah pendistribusian, sudah banyak pihak yang mulai menggiatkan untuk membantu para musisi indie menyebarkan karya mereka. Sudah banyak toko musik kecil dan besar yang bukan hanya menjual rilisan fisik dari band – band yang bernaung dibawah major label. Hal ini didukung karena meningkatnya permintaan akan rilisan fisik musisi indie ini, baik karena mengikuti tren maupun karna merupakan penggemar dari musisi tersebut.
Idealisme Musik¸ banyak musisi yang memilih berada dalam jalur indie sebab menganggap industri musik yang didominasi oleh Major Label tidak bisa memfasilitasi musik yang ingin diinginkan oleh musisi tersebut. Hal inilah yang mendorong geliat pergerakan musisi untuk memilih jalur indie meskipun ada konsekuensi yang harus diambil. Major label yang menaungi para musisi biasanya memkonstruk musisi tersebut untuk menciptakan karya yang bisa diterima oleh berbagai kalangan atau tidak memiliki segmen tersendiri. Hal ini karena permintaan pasar merupakan sumber pendapatan dari major label tersebut. Sehingga mau tidak mau musisi harus mengikuti kebijakan label agar tetap dapat bertahan dalam industri musik apalagi jika bermusik merupakan sumber pendapatan mereka.
Budaya Banding, melihat pergerakan skena musik indie sekarang, tentu tidak bisa terlepas dari bagaimana para musisi menyalurkan apa yang ingin mereka katakan, beberapa dari orang yang bergelut dalam skena ini juga sudah mulai menjadikan karya mereka wadah untuk menyalurkan aspirasi – aspirasi dari orang lain terhadap realitas sosial yang ada. Musik sebagai wadah untuk bergerak mulai terlihat dengan hadirnya beberapa karya yang sudah mulai membahas realitas yang ada, sampai ada juga yang melakukan kritik melalui karya mereka. Perkembangan ini sedikit demi sedikit mulai dijadikan sebagai budaya baru oleh segelintir orang dan kelompok baik dari musisi maupun penikmat musik tersebut.
Oleh: Andi Muh. Syukur Hidayatullah (Akuntansi, 2015)