FILOSOFI TERAS
FILOSOFI TERAS
Oleh Muh. Syukur (Kema Departemen Akuntansi)
Judul : Filosofi Teras
Penulis : Henry Manampiring
Penerbit : Kompas
Jumlah Hal : 320 Halaman
Apakah kamu sering merasa khawatir akan banyak hal? baperan? susah move-on? mudah tersinggung dan marah-marah di social media maupun dunia nyata?
Filosofi Teras adalah sebuah buku karya Henry Manampiring dengan ilustrasi menarik yang dibuat oleh Levina Lesmana. Buku ini memperkenalkan filsafat Stoa, dimana stoa itu sendiri berasal dari Bahasa Latin yang berarti teras. Stoa itu sendiri adalah aliran filsafat atau mazhab filsafat Romawi kuno yang berkembang dari 2.300 sebelum masehi yang bisa membantu kita mengatasi emosi negatif dan menghasilkan mental yang tangguh dalam menghadapi kehidupan yang tak menentu. Aliran ini dipelopori oleh Zeno pada tahun 300 SM.
Buku ini di peruntukan untuk Generasi Milenial dan Gen-Z yang ingin menjadikan dirinya tangguh, Enterpreneur yang ingin meningkatkan kemampuannya, dan Siapapun yang penasaran dengan Filosofi Teras.
Terdapat 12 BAB pada buku Filosofi Teras diantaranya Bab 1 SURVEI KHAWATIR NASIONAL, Bab 2 SEBUAH FILOSOFI YANG REALISTIS, Bab 3 HIDUP SELARAS DENGAN ALAM, Bab 4 DIKOTOMI KENDALI, Bab 5 MENGENDALIKAN INTERPRETASI DAN PERSEPSI, Bab 6 MEMPERKUAT MENTAL, Bab 7 HIDUP DIANTARA ORANG YANG MENYEBALKAN, Bab 8 MENGHADAPI KESUSAHAN DAN MUSIBAH, Bab 9 MENJADI ORANG TUA, Bab 10 CITIZEN OF THE WORLD, Bab 11 TENTANG KEMATIAN, dan terakhir Bab 12 PENUTUP.
Buku Filosofi Teras mengajarkan bagaimana cara kita mengatasi permasalahan yang sering kita alami dan dalam buku ini juga kita diajarkan mencari kedamaian hidup dari diri sendiri dan tidak berekspetasi lebih diluar kemampuan kita. Filosofi Teras mengajarkan untuk memandang kejadian-kejadian dalam hidup kita dengan perspektif positif dengan tujuan untuk mendapatkan kedamaian diri sendiri. Buku ini juga mengajarkan hidup dengan mengendalikan emosi negatif yang merupakan salah satu dari masalah kehidupan.
Tujuan utama Filosofi Stoisisme yaitu hidup dengan emosi negatif yang terkendali dan hidup dengan kebajikan. Atau hidup sebaik-baiknya seperti seharusnya menjadi manusia.