Orang Ketiga

Novel yang saya resensi berjudul “Orang Ketiga”. Alasan saya mengangkat
Novel ini untuk dibedah adalah karena dari Novel ini kita dapat berpikir lebih luas mengenai suatu hubungan yakni “pacaran”, dimana tidak selamanya hubungan pacaran
bisa berjalan mulus yang sesuai dengan keinginan dua orang tersebut.Yudhita Hardini biasa di panggil Yudith. Kelahiran 16 Oktober 1985. Yudhita adalah sarjana lulusan Psikologi. Novel Orang ketiga ini adalah novel ketiganya. Ia saat ini sedang bekerja sebagai abdi negara dan menulis novel serta mencari kesempatan untuk bisa kuliah lagi di luar negeri. Novel yang berlembaran 252 halaman ini bertema tentang kisah percintaan segitiga. Novel ini mengajarkan kita agar tidak menjadi orang ketiga di hubungan orang
lain. Sebesar apapun cinta yang kita miliki untuk orang tersebut. Selain itu ada banyak
nilai-nlai yang terkandung dalam novel orang ketiga. Nilai Budaya pada novel tersebut
adalah kebiasaan orang Indonesia yang selalu mengenalkan calon suami atau calon
istri kepada orang tua sebelum menikah, dan kebiasaan Orang tua yang terkadang
memberikan test untuk calon menantu mereka sebelum memberi ijin adalah hal yang
baik dan positif. Sedangkan Nilai Agama yang terkandung dalam novel orang ketiga
adalah orang tua Anggi yang memberikan test mengaji untuk Rudi adalah contoh
bahwa nilai agama sangat penting dimiliki. Novel Ini menceritakan tentang kisah segitiga antara Anggi, Angga dan Kayla pada satu kantor. Angga dan Anggi makin dekat. Ketika Anggi mengungkapkan rasa sayangnya pada Angga,ia baru tahu kalau Angga ternyata sudah punya pacar. Ia patah hati, tetapi sudah terlanjur jatuh cinta setengah mati kepada Angga. Lalu Anggi memilih memperjuangkan cintanya. Sayang Anggi sudah kepalang cinta buta dan bahkan rela menjadi orang ketiga. Pilihan yang bagaimana pun tidak adil untuk semua pihak. Namun sakit hatinya sakit, ia ingin Angga jadi miliknya seutuhnya.
Amanat yang terkandung dalam Novel ini adalah kuatkan hati dan fisik saat ingin
memulai hubungan sebagai orang ketiga. Selain sakit hati karena pasangan akan lebih
memilih untuk memprioritaskan pacar setuju selingkuhan, juga sakit karena pendapatdari teman terdekat, masyarakat yang akan mencap sebagai perusak hubungan orang. Terlebih lagi jika pasangan dari selingkuhan mengetahuinya, gak cuma hati nyawa bisa jadi taruhannya. Setelah membaca novel ini, Novel ini sangat bagus untuk di baca dan di
publikasi apalagi untuk orang yang mengalami hal yang sama dengan yang di tulis.
Novel ini akan sangat menghibur dan membantu menyembuhkan luka hati juga
mendewasakan. Ceritanya ringan dan mudah dipahami. Tapi Yudhita pintar
mengeksekusi cerita dengan gaya bahasa yang asyik.

Oleh : Nurwazira ( Departemen Humas Sema FEB-UH 2019/2020)

Add a Comment

Your email address will not be published.