Bicara Itu Ada Seninya ( Rahasia Komunikasi Yang Efektif)
Penulis: OH SU HYANG Penerbit: Bhuana ilmu populer
Tahun terbit: 2019
Tebal : 238 hal
Buku ini terbagi ke dalam lima bab yang dimana penulis ini menyajikan bab demi bab dengan pembahasaan yang santai dan seolah seperti bercerita. Nah, bagian awal, penulis menceritakan soal pentingnya menjadi pribadi yang ahli dalam berbicara. Adapun penyajian yang umumnya menghambat seseorang dalam mengembangkan seni bicara, seperti takut atau trauma. Beberapa tokoh publik diceritakan dalam buku ini sebagai contoh nyata yang mengalami perjalanan panjang hingga pada akhirnya bisa berbicara seperti sekarang. Di dalam bukunya, si penulis menyajikan cara sederhana untuk membantu kita berlatih. Yang dimaksud dengan berlatih itu ialah latihan teknis sampai penguatan motivasi sehingga kita bisa lebih percaya diri. Tidak hanya sebatas mengenai kemampuan public speaking saja, namun beliau juga banyak menyentuh seni berbicara dalam industri penjualan dan hubungan interpersonal. Di antaranya beliau menyinggung hubungan-hubungan yang kurang harmonis akibat buruknya komunikasi, “Banyak pasangan yang mengalami kurang berdialog lupa akan pentingnya teknik berbicara. Berpikir bahwa masalah tersebut akan teratasi dalam seketika dengan meluangkan cukup waktu dan situasi tertentu adalah anggapan yang salah. Sebab dialog tidak akan mengalir dengan semudah itu. (hal. 53)”. Di bagian lain, beliau pun menyatakan bahwa seorang pembicara yang baik sesungguhnya merupakan pendengar yang baik dan apa yang dibicarakan tidak terlepas dari apa yang ia dengar. Si penulis ini jga membuat rumus terapi komunikasi yang dapat diterapkan dengan mudah oleh siapapun dikehidupan sehari-hari berdasarkan pengalaman pribabi beliau. Pada pertengahan buku ini, salah satu tokoh yang bernama Yoo Jae Suk seorang pembawa acara di Korea memperkenalkan beberapa aturan komunikasi yang baik yaitu pertama, jangan menggunjing omongan sesuatu di depan. Kedua, perbanyak mendengarkan, jangan memonopoli pembicaraan. Ketiga, atur intonasi suara, jangan terlalu menggebu-gebu. Keempat, bicarakan hal-hal yang menyenangkan, jangan hal yang tidak disukai lawan bicara. Dan juga ada beberapa bahasan dan cara mengenai teknik komunikasi dari beberapa orang yang terdapat di bagian belakang buku ini. Terakhir, buku ini menyadarkan para pembaca bahwa kemampuan bicara kita masih bisa diperbaiki. Mengenai kita dulu pernah salah ngomong, salah ucap, dan sangat memalukan, ternyata kita masih punya kesempatan untuk mengembangkan kemampuan kita. Semua salah- salah itu adalah bagian dari seni. Mungkin buat kita yang mau belajar banyak soal berkomunikasi, buku ini jadi salah satu pilihan yang menarik. Cocok buat kalian yang ingin mendalami ilmu berkomunikasi yang baik, yang bisa membuat lawan bicara kalian nyaman.
Oleh : Asnuryanti ( Departemen Humas Sema FEB-UH 2019/2020)