Aku Lupa Bahwa Aku Perempuan
Aku Lupa Bahwa Aku Perempuan
Berbicara mengenai novel AKU LUPA BAHWA AKU mengenai novel ini saya pertama kali menemukannya di salah satu laman website dimana laman tersebut menyediakan Novel untuk berbagai jenis genre novel dan pastinya novel tersebut free download. Melihat berbagai jenis novel yang tersedia saya tertarik dengan satu judul novel AKU LUPA BAHWA AKU PEREMPUAN, judulnya membuat saya tertarik membaca novel tersebut. Ternyata novel ini menceritakan seorang perempuan yang telah menggapai ambisinya menjadi seorang politisi sukses. Dia bisa dibilang sosok penggerak berbagai organisasi pergerakan yang menempatkan dirinya dalam lingkar elit kekuasaan. Seorang wanita yang tidak memperhatikan kebutuhan perempuannya, sehingga kebutuhan tersebut
tidak penting baginya. Ia tidak mau menikah jika hanya sebagai pencitraan sebagai pimpinan negara. Sehingga masalah demi masalah menghampirinya, muncullah seorang lelaki yang bernama Abdul Hamid datang dan megutarakannya cintanya dan ingin menikahinya. Pernikahannya berlangsung ketika menyelesaikan skripsi S1 dengan pesta yang mewah. Pasangan ini di karunia seorang putri yang bernama Faizah. Rumah tangganya hanya berlangsung selama tiga tahun, karena pola pikir pasangan sangat berbeda. Abdul hamid dengan rendah hati menceraikan wanita tersebut.
Masa jandanyapun berlangsung, ia merindukan pelukan lelaki. Adil berhasil mendapatkan hati wanita tersebut dan menikahinya. Ajakan tersebut di tolak, karena baginya pernikahan adalah waktu luang dan ia tidak punya waktu luang. Menjelang lima tahun, ia tetap fokus dengan karirnya. Wanita tersebut merasa hampa kembali, ia pun menikah dengan seorang dokter bernama kamal.Kamal dan wanita ini sama-sama memiliki kesibukan yang sama. Wanita memiliki fungsi fisik dan vital, inilah perjuangan bagi wanita jika dilakukan dengan sebaik- baiknya. Potensi fisik ini tidak dimiki oleh laki-laki, fungsi fisik tersebut adalah fungsi rahim untuk mengandung, menyusui, dan hormon lain yang mendukung peran wanita sebagai ibu, istri bagi suami dan anak-anaknya. Jika fungsi ini di rubah maupun di tentang, maka akan berefek padakeseimbangan tubuh wanita itu sendiri dan berdampak oada masyarakat. Seperti halnya lahirnya generasi baru di keluarga dan penerus bangsa. Namun, dalam hubungan kita harus menghargai kesibukan pasangan masing-masing. Namun, jika cinta di jadwalkan seperti sesuatu yang biasa dalam hidup, cinta itu tetap namun dingin. Cinta itu butuh di rawat dan di kembangkan, tetapi ini yang tidak bisa di ciptakan karena konsep kesetaraan jendernya terlampaui batas. Feminisme itu kesetaraan bukan hanya mendominasi. Janganlah di butakan oleh karir sampai lupa dengan jati diri kita sendiri
Oleh : Ita Dahlia ( Departemen Kesekretariatan Sema FEB-UH 2019/2020)