Orang Miskin Dilarang Sakit
Orang Miskin Dilarang Sakit
Penulis : Eko Prasetyo
Penerbit : Resist Book
Tahun terbit : November 2004
Tebal : 145 hal
Buku ini merupakan singgungan untuk pemerintah yang dimana disanalah penyebab
utama kekacauan dunia kesehatan di Indonesia. Penulis (Eko Prasetyo) menulis buku
ini untuk menyampaikan rasa kecewanya terhadap sistem kesehatan yang dibuat oleh
pemerintah. Pengalaman sakit yang pernah dialami penulis membuatnya berpikir
bahwa penyakit muncul bukan semata-mata karena perilaku kita melainkan karena
berbagai faktor diluar kendali kita seperti ledakan industri masakan yang menawarkan
berbagai cita rasa yang ikut menceburkan masyarakat kedalam kubangan penyakit
berbahaya, obat-obatan yang menimbulkan efek negatif, pencemaran udara, dan
sebagainya. Buku ini juga membahas tentang betapa buruknya system kesehatan yang ada saat ini. Biaya kesehatan yang begitu mahal membuat orang miskin tidak dapat menerima pelayanan kesehatan yang seharusnya. Belum lagi banyaknya obat-obatan palsu, yang nantinya memberikan dampak buruk bagi kesehatan masyarakat. Pelayanan kesehatan saat ini diukur dari seberapa tebal kantong kita untuk bisa sembuh dari penyakit. Bahkan sakit pun dijadikan alasan bagi orang-orang korup untuk menghindari persidangan hingga luput dari tuntutan jaksa. Orang miskin menjadi korban system kesehatan yang buruk ini. Dari tidak mendapatkan layanan kesehatan yang seharusnya system kesehatan ini juga mempersulit proses pengobatan agar dapat memperoleh keuntungan besar dari masyarakat miskin. Dibuku ini juga disebutkan bahwa pada saat ini rumah sakit rata-rata sudah tidak berorientasi sosial, melainkan dijadikan ladang bisnis yang dimana para pemilik modal berlomba- lomba membangun rumah sakit untuk mendapat keuntungan. buku ini seperti sebuah laporan berkala yang ingin mengingatkan kembali, kalau soal kesehatan tidak bisa dibereskan dengan pembuatan obat generik. Soal kesehatan tidak bisa dituntaskan dengan keputusan menteri kesehatan. Soal kesehatan butuh keterlibatan semua kalangan. Para pekerja kesehatan jadilah aktivis kesehatan
sepertipara pendahulu kalian.(hal.141)
Oleh :Vinsensius Rivaldi ( Departemen BKND Sema FEB-UH 2019/2020)