NEGERI INI BUNGKAM

Tatkala senja berganti malam, berlarut-larut dalam kesedihan
Pilu menjadi kesenangan yang tabu
Senyum terpaksa pun dilontarkan para buruh
Padahal demi Tuhan! Hatinya terkoyak, berubah jadi hitam

Aparat tahu banyak, tapi tetap bungkam
Menelusuri gilanya negeri ini, para buruh pun bungkam
Seluruh negeri bungkam karenanya
Karena yang berkuasa akan tetap sejahtera, sebagaimana koloni kejam memenangkan semuanya

Koran dirongrong ketidakpastian
Media sosial menjadi hilang fungsinya
Kritik tidak ada gunanya, telinga negeri ini telah rusak
Bukan , bukan telinganya, mulutnya yang tak bergerak…. Malu, atau bodoh?

Edukasi yang tinggi menjadi asap sementara
Yang menghiasi awan sambil lalu…
Tidak berguna, begitulah kenyataannya…
Setidaknya di negeri ini… hanya di negeri ini

Sebuah kecaman akan lantang pabila si merah bergerak
Luntur, dan musnah, pabila si merah bersembunyi
Kaya dengan tamak dan budak
Begitulah Si kuasa negeri ini…

Suara para bawahan menjadi hilang
Seperti serak-serak yang tak kunjung didengar
Tentu saja, berlaku juga si merah
Jika ada dia, segalanya akan ada…

Oleh : Muh. Fadel Dwi M (koord. Dept. Humas SEMA FEB-UH Periode 2019/2020)

Add a Comment

Your email address will not be published.