Brief Review Buku “KONSPIRASI ALAM SEMESTA”
Brief Review Buku “KONSPIRASI ALAM SEMESTA”
Penggalan kisah yang mewarnai novel ini membuyarkan angan tentang judul novel yang baru kutemukan secara tak sengaja dan baru juga tamat dibaca. Semulaakan terasa berat dengan istilah-istilah astronomis yang sulit. Cerita akan berada di seputaran galaksi yang selalu ramai dan menarik dijadikan bahan cerita. Namun, semuanya meleset jauh.
Walaupun demikian, kisah dalam cerita ini tetap sangat menarik dan membuat kita untuk tetap berada di jalur yang benar, agar buku ini selesai dibaca. Walau bukan tentang galaksi dan astronomi, tapi keduanya sangat erat berhubungan membangun cerita. Kita bisa paham tentang judul novel yang menarik ini. Ringan tapi ada pesan humanis dan sosial sebagai ciri khas Bung Fiersa Besari. Seperti ditulis dibagian biografi penulis.
Novel dengan judul yang terasa berat ini dibangun dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Cerita mengalir episode demi episode tanpa hambatan sama sekali. Bahasa yang digunakan oleh Bung mampu membawa kita pada realita dunia nyata yang sangat konkret. Membuai angan, asa dan emosi. Kalimat-kalimat yang digunakannya bisa menghipnotis kita pada puncak cerita hingga akhir cerita yang mengejutkan. Berbeda dengan harapan pembaca pada umumnya.
Judul buku ini menyadarkan kita pada satu tuntutan hidup di zaman milenial ini. Sebuah life skill yang memang harus dimiliki dan dikembangkan untuk meraih kesuksesan hidup. Rasanya kita harus mengikis ego masing=masing demi kemanusiaan, kesejahteraan dan makna hakiki manusia. Kita adalah makhluk sosial. Keberadaan manusia di dunia ini memang sudah digariskan memiliki tugas, peran dan fungsi masing-masing. Kita dan orang-orang disekelilingnya akan saling melengkapi untuk membangun jalan dan cerita kehidupan di dunia fana ini.
Konflik cerita pada novel ini berpusat pada dua tokoh utamanya, yaitu Ana Tidae dan Juang Astrajingga. Saya suka dengan nama tokoh ini. Entah mengapa? Mungkin ada unsur etnik di sana. Yang jelas, nama ini memiliki keunikan tersendiri. Kisah Ana dan Juang menjadi satu jalan yang bercabang kemudian melesat pada alur yang tak diharapkan. Kedua tokoh ini dideskripsikan oleh Bung melalui dialog, tingkah laku dan beberapa bagian dijelaskan langsung oleh penulis. Apa makna nama kedua tokoh tersebut. Novel ini juga merupakan albuk (album buku) yang mana di dalamnya terdapat beberapa lagu dari penulis yang dapat di unduh di smartphone hanya dengan men-scan barcode lalu siap didengarkan di smartphone kalian. Jadi novel ini merupakan cara baru yang digunakan para musisi untuk menyebar luaskan karya mereka.