Notulensi Kapsul Bagian 3

SOSIALISASI HASIL

KAJIAN SEPUTAR ISU SOSIAL

(KAPSUL)

BAGIAN 3

“BIROKRASI MEMILIH DIAM TERHADAP TRANSPARANSI UKT, MENGAPA?”

 

Kajian seputar isu sosial bagian 3 yang dilaksanakan pada tanggal 13 Desember ini mengundang Sutami ( Akuntansi 2013 ) sebagai fasilitator untuk membahas secara blakblakan mengenai seluk beluk dan dampak dari uang kuliah tunggal atau yang biasa disingkat dengan UKT. Kajian dimulai tepat pukul 16:15 di karpet merah Lema FEB-UH dengan jumlah peserta kajian sekitar 40an orang. Fasilitator memulai pembicaraan dengan menjelaskan sedikit kronologis orde baru yang relevan dengan privatisasi atau komersialisasi pertama kali di Indonesia yang menyentuh berbagai macam sektor, termasuk pendidikan. Hal itulah yang mengkonstruk paradigma para pemegang kekuasaan untuk tetap melanggengkan sistem kapitalisme dalam menjalankan kekuasaannya sampai saat ini. Di rana pendidikan khususnya pendidikan tinggi negeri yang tadinya memakai uang pungli yang kemudian lambat laun menghilang dan digantikan dengan sistem pembayaran UKT dengan siasat subsidi silangnya akhirnya melahirkan asumsi bahwa sistem ini dapat memudahkan atau membantu masyarakat yang tidak bisa berkuliah dapat berkuliah . Namun pada kenyataannya asumsi ini lah yang melahirkan kesengsaraan baru dalam masyarakat. Revisi UKT atas rezim uang pangkal pun mengandung cacat karena tidak mampu menyelesaikan masalah objektif. UKT tidak mengubah pondasi kebobrokan perguruan tinggi, yakni otonomi, harta abadi, dan perampasan hak pendidikan atas mahasiswa. Dari berbagai macam sektor yang dapat dikomersialisasikan berdasarkan data ( Terlampir: laporan keuangan unhas 2016 ) yang dipegang oleh fasilitator yang dapat dipelajari trend peningkatannya. Dan yang paling relevan akan naik untuk membantu universitas memperoleh pendapatan yang signifikan adalah dengan menaikkan UKT tiap semesternya. Trend ini akan makin jelas lagi terlihat apabila kita memiliki data pembanding tiap tahunnya, hanya aja sulitnya aksesbilitas untuk mendapatkan data itu yang harus membuat kita para mahasiswa untuk bekerja lebih keras lagi. Hal ini lah yang membuat pihak universitas memilih diam jika ditanyakan soal transparansi secara mendetail mengenai UKT.

Add a Comment

Your email address will not be published.