Environmental Management
Environmental Management
Seiring dengan perkembangan zaman saat ini, kebutuhan manusia juga semakin berkembang. Hal ini disebabkan olehkeingintahuan manusia yang semakin maju. Oleh karena, itu ilmu pengetahuan pun semakin hari semakin dikembangkan untukmemenuhi kebutuhan manusia itu sendiri. Hal ini menyebabkan manusia bertindak semaunya meskipun sudah ada peraturan-peraturan atau hukum yang disahkan olehpemerintah dalam pengendalian proses produksi kebutuhan manusia terutama kebutuhan primer, sekunder, dan tersier. Hal ini akanmenyebabkan SDA semakin lama semakin berkurang jika tidak ada pengendaliannya dalam proses pemenuhan kebutuhan manusia. Oleh karena itu, sebagai pemerintah yang bijak harus mengoptimalkan peraturan mengenai lingkungan yang biasa disebut denganmanajemen lingkungan.
Manajemen lingkungan adalah suatu kerangka kerja yang dapat diintegrasikan ke dalam proses-proses bisnis yang ada untukmengenal, mengukur, mengelola dan mengontrol dampak-dampak lingkungan secara efektif, dan oleh karenanya merupakan risiko-risiko lingkungan. Pada intinya manajemen adalah sekumpulan aktifitas yang disengaja (merencanakan, mengorganisasikan, menggerakkan) yang terkait dengan tujuan tertentu. Lingkungan menurut definisi umum yaitu segala sesuatu disekitar subyekmanusia yang terkait dengan aktifitasnya. Elemen lingkungan adalah hal-hal yang terkait dengan: tanah, udara, air, sumberdayaalam, flora, fauna, manusia, dan hubungan antar faktor-faktor tersebut. Titik sentral isu lingkungan adalah manusia. Jadimanajemen lingkungan bisa diartikan sekumpulan aktifitas merencanakan, mengorganisasikan, dan menggerakkan sumber dayamanusia dan sumber daya lain untuk mencapai tujuan kebijakan lingkungan yang telah ditetapkan.
Seiring dengan perkembangan ilmu manajemen, dikembangkanlah Total Quality Environmental Management (TQEM) yang merupakan pengembangan dari Total Quality Management. Namun dalam hal ini lebih dikhususkan untuk mulai memperhatikandampak lingkungan dalam penjaminan ataupun pemenuhan mutu. Filosofi dan perangkat TQEM memberikan perusahaan metodasistematis bagi perbaikan berkelanjutan dalam kinerja lingkungan. Aplikasi TQEM untuk memecahkan masalah kualitas produk danlimbah ditunjukkan dengan contoh perusahaan Flynt Fabrics, di North Carolina, seperti kasusnya dibawah ini. TQEM pertama kali dikemukakan oleh GEMI di tahun 1992 dengan peluncuran buku mengenai penggabungan prinsip TQM yang dikemukaan oleh Dr. Edward Deming, dengan tujuan manajemen lingkungan. GEMI percaya pada penerapan TQEM karena menekankan pada perbaikanterus-menerus dari aktivitas lingkungan perusahaan. (YA)
Oleh : Irawati Ismail (Manajemen 2013)