Brief Review Buku “Mazhab Kelima”

“Setiap hari adalah Asyura, setiap tempat adalah Karbala.”

Allamah thabathaba’i merupakan sosok mulia agung dan unik, memiliki kekayaan spiritual, dan seorang ahli tafsir al-quran. Beliau terkenal sebagai ‘Allamah (yang paling berilmu), faylasuf (ahli filsafat), Mufassir (ahli tafsir al-quran) dan Ayatullah. Jika seseorang mengkaji perilaku-perilakunya, jalan hidupnya, karya-karya ilmiahnya, ide-ide hebatnya, ketulusannya dan pengetahuannya, niscaya ia akan sampai pada kesimpulan bahwa tanpa hubungan riil dengan Allah SWT, RasulNya, dan Ahlulbait, Maka tidak ada orang yang dapat memiliki anugerah dan karunia seperti itu.

Dia (Allah) memberikan hikmah kepada siapapun yang dia kehendaki, dan siapapun yang diberikan hikmahmaka ia telah diberikan hikmah maka ia telah diberikan banyak kebaikan. (QS al-baqarah [2]:269).

Buku ini memuat selepas wafatnya Rasulullah SAW, sejarah menyebutkan bahwa islam terbagi dalam dua arus utama: madrasah sahabat dan madrasah Ahlulbait Nabi SAW, yang dipelopori oleh Ali bin Abi Thalib dan keturunannya. Ciri utama madrasah kedua ini adalah bahwa mereka memegang teguh ajaran yang disampaikan oleh menantu dan sahabat utamanya, Ali bin Abi Thalib.

Sangat disayangkan, sampai sekarang madrasah ahlulbait masih kurang dikenal dan disalahpahami oleh sebagian muslim. Padahal madrsah ini sudah diajarkan di universitas Al-Azhar dan diterima sebagai mazhab dalam islam, diluar dari mazhab hanafi, hambali, maliki dan syafi’i. Sekalipun secara historis, sesungguhnya pemuuka empat mazhab ini adalah murid-murid ja’far Shadiq, secara langsung maupun tidak langsung.

Buku “Mazhab Kelima”: Sejarah, Ajaran, dan Perkembangannya karya Prof. Muhammad Husain T. Ini berusaha menggambarkan sekaligus menjelaskan identitas mazhab kelima yang sebenarnya, corak pemikiran keagamaan dari perspektif mazhab kelima.

Add a Comment

Your email address will not be published.