Brief Review Buku”Aku Tersentuh Cinta”
Brief Review Buku”Aku Tersentuh Cinta”
AKU TERSENTUH CINTA
Buku ini untukmu…
Yang hatinya sedang tersentuh cinta.
Yang berjuang agar cinta tak terkotori nafsu berlumur dosa.
Yang sedang berusaha mengikhlaskan perpisahan.
Yang ingin memantaskan diri menjadi sosok idaman.
Yang mengupayakan restu kedua orang tua.
Yang berusaha untuk mendekatkan jodoh impian.
Buku ini menceritakan sebuh kisah inspiratif dan nasihat di dalamnya menyemangati usaha untuk memantaskan diri. Penjelasan dan kiat-kiat praktisnya semoga memenuhi rasa hausmu akan ilmu. Goresan syair dan renungannya semoga mengobati gundah di dalam hatimu.
Kuterima perpisahan dengan mengikhlaskan, kujaga cinta dengan mendoakan, kujaga cinta dengan merelakanmu, kukembalikan rasa cinta ini kepada-Nya, biar Dia yang menjaganya untuk seseorang yang kelak menjadi jodohku.
Ya Allah. Jika aku jatuh cinta, cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu agar bertambah kekuatanku untuk mencintai-Mu. Ya Allah, jika aku jatuh hati izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada-Mu, agar aku tidak terjatuh pada jurang cinta semu.
“Salah satu ukuran paling hakiki bahwa kita benar-benar mencintai adalah kita mempunyai keinginan besar untuk memberi”
“Jika kita memantaskan diri karena Allah semata. Maka Allah akan bantu kita dalam proses perbaikan diri kita. Bukan hanya itu, Allah pun akan pilihkan pasangan yang terbaik untuk kita”
“Tidaklah sesuatu diambil Allah, kemudian engkau ridha, melainkan akan digantikan dengan yang lebih baik”
Betapa agugnya…
Ada 60 nama bagi cinta dalam bahasa arab menjadi buktinya. Jika banyaknya nama disebabkan keagungan, perhatian dan cinta untuk-Nya, maka cinta mencakup semuanya. Cinta diagungkan, cinta sangat diperhatikan, dan cinta begitu dicintai.
“Seperti angin membadai, kau tak melihatnya, kau merasakannya. Merasakan kerjanya saat dia memindahkan gunung pasir di tengah gurun, atau merangsang amuk gelombang di laut lepas, atau meluluhlantakkan bangunan-bangunan angkuh di pusat kota metropolitan. Begitulah cinta, ia ditakdirkan jadi kata tanpa benda, tak terlihat hanya terasa, tapi dahsyat.
Seperti banjir menderas, kau tak kuasa mencegahnya, kau hanya bisa ternganga ketika ia meluapi sungai-sungai, menjamah seluruh permukaaan bumi, menyeret semua benda angkuh yang bertahan dihadapannya. Dalam sekejap, ia menguasai bumi dan merengkuhnya dalam kelembutannya. Setelah itu, ia kembali tenang, seperti seekor harimau kenyang yang terlelap tenang. Demikianlah cinta, ia ditakdirkan jadi makna paling santun yang menyimpan kekuatan besar.
Seperti api menyala-nyala, kau tak kuat melawannya, kau hanya bisa menari di sekitarnya saat ia mengunggun, atau berteduh saat matahari membakar kulit bumi, atau meraung saat lidahnya melahap rumah-rumah, kota-kota, hutan-hutan. Dan seetika semua jadi abu, semua jadi tiada. Seperti itulah cinta, ia ditakdirkan jadi kekuatan angkara murka yang mengawal dan melindungi kebaikan.
Cinta adalaah kata tanpa benda, nama untuk beragam perasaan, muara bagi ribuan makna, wakil daai kekuataan tak terkira”