3 srikandi oleh silvarani
Buku ini menceritakan tentang seorang atlet perpanahan dengan kehidupan yang berbeda- beda yang pertama Donald pandiang yang pernah meraih kemanangan di ajang olimpade india namun kekecewaan Donald pada saat tidak dapat ikut olimpiade asia di moskow membuat Donald harus menghilang dari dunia perpanahan. Nurfitriyana saiman atau biasa di panggil yanaaa adalah seorang atlet perpanahan dari Jakarta yang merai medali di ajang SEA games XV di Jakarta namun keinginan yana berbeda dengan ayah yana karena ayah yana adalah seorang tentara dan ayah yana menginginkan yana menjadi seorang tentara tetapi yana tiodak menginginkan itu Kusuma Wardhani dari ujung pandang seorang pemanah biasa yang ingin mengikuti seleksi olimpiade perpanahan di Jakarta, ayah yana mendukung keinginan kusuma akan tetapi terhambat oleh biaya sehingga kusuma mencari pekerjaan di salah satu pusat perbelanjaan di ujung pandang yaitu TOSERBA untuk memenuhi kebutuhan yana serta keluarga. Lilies handayani dari Surabaya yang masih baru menjadi atlet panahan sehingga belum terlalu tahu tentang cara dan tekhnik dalam memanah, tetapi ibu mendukung anakanya untuk menjadi seorang atlet perpanahan dan lilis selalu mengajari tekhnik memanah, ibu Setelah sekian lama menghilang dari dunia perpanahan pak udi sebagai pelatih Donald pandiang pada tahun 1980, ingin mencari keberadaan Donald karna ingin menjadikan pelatih untuk pertandingan olimpiade di Jakarta mendatang, tidak lama kemudian pak udi mengetahui keberadaan Donald dimana Donald membuka usaha bengkel di daerah cibubur, pak udi membujuk Donald untuk gabung menjadi pelatih panahan namun Donald menolak ajakan pak udi tidak lama kemudian pak udi pergi dari tempat Donald bekerja. Donald tertidur setelah pak udi pergi dari bengkel tidak lama kemudian namboru Donald dating ke bengkel membawakan rantang yang isinya makan siang, tiba-tiba Donald bangun karna mengira pelanggang dating dan ternyata yang dating adalah namboru kemudian namboru
merapikan bengkel yang sangat kotor serta mendengae radio yang siarannya mengenai pertandingan olimpiade di Jakarta, tidak lama kemudian Donald mematikan radio karna tidak ingin mengingat masalalunya yang sangat menyakitkan bagi dia, namboru meneteskan air mata karna mengingat kejayaan Donald pada saat menjadi atlet panah, tidak lama namboruu mengatakan aku tahu kamu masih punya keinginan untuk ikut atlet panah, ihatlah kesana ketika kamu masih bisa membantu mereka sekarang jangan biarkan masa lalumu menghantui masa depanmu, Donald tidak mengatakan apa-apa iyya tahu bahwa yang namboru katakana itu benar, namboru memeluk Donald dengan penuh kasih saying, kemudian iyya berbisik tuntaskan apa yang belum selesai, pergilah selesaikan tugasmu. Setelah itu Donald ikut menyaksikan pertandingan nasional di lapangan senayan dimana telah berlangsung pertandingan di lapangan atlet putra, setelah donal berada dilapangan menyaksikan pertandingan pak udi tidak menyangka Donald akan hadir di pertandingan itu. Donal melirik ke pak udi memberikan kode untuk bertemu di kantor pak udi untuk menyetujui permintaan pak udi menjadi pelatih tetapi Donald melatih tim putri.
Pemilihan untuk ikut olimpiade di seoulpun berlangsung dengan memilih 3 srikandi yaitu yana, Lilis dan Kusuma yang akan mewakili Indonesia dalam olimpiade perpanahan di seoul, setelah selesai pemilihan mereka kembali ke rumah masing-masing dan beberapa hari kemudian kembali ke suka bumi untuk berlatih sebelum berangkat ke pertandingan olimpiade seoul. Selama di sukabumi yana, lilies dan kusuma terus berlatih dan suatu ketika orang tua lilies dating menjenguk lilis setelah itu orang tua lilis pulang tiba-tiba kecelakaan saat perjalanan pulang dan ibunda lilies meninngaal selama di rawat di rumah sakit. Disinilah motifasi lilis untuk bersungguh-sungguh berlatih agar mendapat kejuaraan di olimpiade di seoul. Sebelum berangkat 3 srikandi ini masih melakukan pertandingan di lapangan senayan dan ternyata skor dari 3 srikandi ini dibawah sari yang di harapkan, sehingga pak udi ingin membatalkan 3 srikandi ini untuk ikut olimpiade di seoul, dengan keadaan ini bang Donald memohon agar di beri kesempatan sekali lagi untuk memperbaiki skor yang dimili 3 srikandi ini. Setelah selesainya pertandingan di lapangan senayan Jakarta 3 srikandi ini kembali ke sukabumi bersama bang
Donald, esok harinya 3 srikandi ini bangun seperti biasa melakukan aktifitas yaitu latihan
dengan menyiapkan peralatan masing-masing mereka berlatih sungguh-sungguh dengan
pantauan bang Donald. Hari terakhir latihan 3 srikandi ini menyempatkan diri setelah selesai latihan untuk bicara kepada kedua orang tuanya serta keluarga bahwa mereka akan berangkat ke seoul mengikuti ajang olimpiade di korea, selama pertandingan berganda berlangsung wajah 3 srikandi merasa kecewa karna busur panahnya tidak tepat sasaran dan skornya berada di bawah dan tuan rumah yang mengmbil juara, namun Donald tetap memberikan semnagat walau merasa kecewa. Seelah pertandinan ganda selesai besok harinya pertandingan beregu dengan penuh semangat 3 srikandi berjalannya pertandingan yana merasa tim amerika menganggap remeh Negara Indonesia sehingga yana ingin membuktikan bahwa dia akan mendapat medali di pertandingan perpanahan ini. Berjalannya pertandingan Indonesia berada di urutan 24 dan sang pelatih Donald serta pak udi tersenyum melihat 3 srikandi perwakilan Indonesia, pertandingan masih berlanjut Indonesia masuk 3 perpanahan, saat melakukan pertanding 3 besar yana,lilies dan kusuma skornya di bawa dari Korea dan ternyata melihat skor dari amerika dan Indonesia sama atau seri jadi di lakukan pertandingan ntara amerika dan Indonesia bidikan terakhir dari lilies membuat Indonesia berada di posisi kedua dari Korea. Wajah dari pelatih serta ketua Koni sangat bahagia melihat 3 srikandi membawa harum nama Indonesia di ajang perpanahan
“Hal yang paling penting dalam hidup bukanlah kemenangan melainkan usaha keras
yang paling utama bukanlah menaklukkan melainkan berjuang sekuat tenaga”
Oleh : Irma Yunita ( Anggota Departemen Kesek Sema FEB-UH 2019/2020)